Dewan Pers: Peran Redaksi Tetap Utama di Tengah Penggunaan AI
Senin, 19 Februari 2024 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Yadi berharap hal tersebut ke depannya tidak menjadi masalah. Ia mencontohkan, dalam sebuah berita, ada 20 daerah terkotor di Indonesia.
"Kemudian ada daerah yang komplain, sehingga newsroom menggunakan konten-konten tersebut untuk SEO. Harus ada update dalam konten dan ini yang harus dipahami masing-masing redaksi," paparnya.
Baca juga: Dewan Pers Minta Media Kawal Demokrasi dalam Penghitungan Suara Pemilu 2024
Proses teknologi yang terus bergerak dikatakan Yadi Hendriana sangat terlihat bagaimana kecepatan informasi di media sosial bergerak. AI tidak bisa menghasilkan jurnalistik dari nol, tetap ada peran manusia dalam mengerahkan hal tersebut.
"Prinsip utama pers adalah publik mendapatkan informasi berkualitas dan terpercaya, misi itu terpenting. Dewan Pers belum membuat aturan secara spesifik penggunaan AI. Peran manusia tetap menjadi kunci dalam penggunaan teknologi pada produk jurnalistik. Ada produk jurnalistik yang harus dipertanggungjawabkan," jelasnya.
Teknologi AI, kata Yadi, hanya support menyelesaikan produk jurnalistik, verifikasi tetap dilakukan redaksi. Dewan Pers menekankan harus ada disclaimer produk jurnalistik apakah menggunakan teknologi AI dan apakah sudah ada proses verifikasi atau belum.
"Kemudian ada daerah yang komplain, sehingga newsroom menggunakan konten-konten tersebut untuk SEO. Harus ada update dalam konten dan ini yang harus dipahami masing-masing redaksi," paparnya.
Baca juga: Dewan Pers Minta Media Kawal Demokrasi dalam Penghitungan Suara Pemilu 2024
Proses teknologi yang terus bergerak dikatakan Yadi Hendriana sangat terlihat bagaimana kecepatan informasi di media sosial bergerak. AI tidak bisa menghasilkan jurnalistik dari nol, tetap ada peran manusia dalam mengerahkan hal tersebut.
"Prinsip utama pers adalah publik mendapatkan informasi berkualitas dan terpercaya, misi itu terpenting. Dewan Pers belum membuat aturan secara spesifik penggunaan AI. Peran manusia tetap menjadi kunci dalam penggunaan teknologi pada produk jurnalistik. Ada produk jurnalistik yang harus dipertanggungjawabkan," jelasnya.
Teknologi AI, kata Yadi, hanya support menyelesaikan produk jurnalistik, verifikasi tetap dilakukan redaksi. Dewan Pers menekankan harus ada disclaimer produk jurnalistik apakah menggunakan teknologi AI dan apakah sudah ada proses verifikasi atau belum.
Lihat Juga :