Dilaporkan ke Bareskrim, Sutradara Dirty Vote Bilang Begini
Selasa, 13 Februari 2024 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
"Mudah-mudahan polisi juga cukup cerdas untuk melihat laporan itu dalam konteks sosial politik yang sedang terjadi dan tidak terulang kejadian seperti laporan Luhut kepada Haris dan Fatia dan kemudian menghabiskan uang negara dan resource negara untuk melayani laporan seorang pejabat yang dikalahkan di pengadilan," ujarnya.
Lebih jauh ia menegaskan, dirinya tidak terlalu memikirkan ada atau tidaknya laporan atas film itu. Menurutnya, ia memiliki data dan tidak ada kepentingan apa pun.
"Menurut saya enggak terlalu risau akan hal itu, karena memang saya punya material yang saya butuhkan untuk defence, yang pertama data atau informasi yang solid dan kredibel, kedua barisan orang-orang yang punya integritas, bahkan ketiga independensi dalam hal stand poin politik, enggak partisan," ungkapnya.
"Jadi tiga itu yang bikin saya confidence, dan memang di pertemuan pertama saya sampaikan bahwa saya enggak mau ada yang terafiliasi dengan paslon 1, 2, 3 yang terlibat dalam film ini. Saya ingin tutup semua pintu untuk kemungkinan orang melintir, melemahkan," pungkasnya.
Sebagai informasi, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Komunikasi Santri Indonesia (FOKSI) melaporkan sutradara hingga tiga ahli hukum tata negara yang terlibat di film dokumenter 'Dirty Vote' ke Mabes Polri.
Ketua Umum Foksi, M Natsir Sahib menjelaskan, film dokumenter Dirty Vote itu dinilai membuat kegaduhan di masa tenang Pemilu dan menyudutkan salah satu pasangan calon (paslon) presiden yang tengah berkompetisi di Pemilu 2024.
Lebih jauh ia menegaskan, dirinya tidak terlalu memikirkan ada atau tidaknya laporan atas film itu. Menurutnya, ia memiliki data dan tidak ada kepentingan apa pun.
"Menurut saya enggak terlalu risau akan hal itu, karena memang saya punya material yang saya butuhkan untuk defence, yang pertama data atau informasi yang solid dan kredibel, kedua barisan orang-orang yang punya integritas, bahkan ketiga independensi dalam hal stand poin politik, enggak partisan," ungkapnya.
"Jadi tiga itu yang bikin saya confidence, dan memang di pertemuan pertama saya sampaikan bahwa saya enggak mau ada yang terafiliasi dengan paslon 1, 2, 3 yang terlibat dalam film ini. Saya ingin tutup semua pintu untuk kemungkinan orang melintir, melemahkan," pungkasnya.
Sebagai informasi, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Komunikasi Santri Indonesia (FOKSI) melaporkan sutradara hingga tiga ahli hukum tata negara yang terlibat di film dokumenter 'Dirty Vote' ke Mabes Polri.
Ketua Umum Foksi, M Natsir Sahib menjelaskan, film dokumenter Dirty Vote itu dinilai membuat kegaduhan di masa tenang Pemilu dan menyudutkan salah satu pasangan calon (paslon) presiden yang tengah berkompetisi di Pemilu 2024.
Lihat Juga :