Para Kiai Jabar, Banten, dan DKI Minta PBNU Teguh Memegang Khittah NU
Minggu, 11 Februari 2024 - 21:05 WIB
loading...
A
A
A
Seruan itu disampaikan seiring munculnya kekhawatiran dari para ulama terhadap masa depan demokrasi dan masa depan Indonesia. Utamanya dengan fenomena pelanggaran tatanan hukum oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
Sementara itu, KH Mustofa Aqil Siradj, Pemimpin Ponpes Al-Ghadir, Kempek, Cirebon menyampaikan silaturahmi para kiai ini saling bahu-membahu berorientasi pada kemaslahatan umat. Kiai Musthofa mengatakan persoalan yang berkaitan dengan Pemilu 2024 mengimbau dengan pemimpin yang memenuhi kriteria.
"Kondisi menjelang Pemilu ini ada aturan-aturan ditabrak, dilanggar, bahkan ada yang mengklaim NU dan para santri digiring kepada salah satu paslon," katanya. Baca juga: Berikut Ini Gagasan Etika Politik Bersumber Al-Quran
Silaturahmi ini turut dihadiri KH Abdul Muin Abdurrahim, KH Ushfuri Anshor, KH Rohmat, KH Ahmad Mustarsyidin, KH Abdul Manan Ghani, dan KH Abdul Muhit. Kemudian KH Ubaidillah Ruhiyat, KH Yusuf Karim, KH Taufikurrahman, dan KH Muhammad Faqih.
Selanjutnya KH M Takiyudin Bashri, KH Zamzami Amin, KH Zamzami Yusuf, dan KH Moh Farid NZ. Kemudian KH Ruhyat Hasby, KH Ahmad Syaekhu, KH R Amin Muhyiddin, KH Encep Subandi, KH Arif Fachruddin, KH Nurul Huda, KH Abdul Mujib, KH Jumhur, KH Miftah Faqih, dan KH Junjun Junaedi.
Sementara itu, KH Mustofa Aqil Siradj, Pemimpin Ponpes Al-Ghadir, Kempek, Cirebon menyampaikan silaturahmi para kiai ini saling bahu-membahu berorientasi pada kemaslahatan umat. Kiai Musthofa mengatakan persoalan yang berkaitan dengan Pemilu 2024 mengimbau dengan pemimpin yang memenuhi kriteria.
"Kondisi menjelang Pemilu ini ada aturan-aturan ditabrak, dilanggar, bahkan ada yang mengklaim NU dan para santri digiring kepada salah satu paslon," katanya. Baca juga: Berikut Ini Gagasan Etika Politik Bersumber Al-Quran
Silaturahmi ini turut dihadiri KH Abdul Muin Abdurrahim, KH Ushfuri Anshor, KH Rohmat, KH Ahmad Mustarsyidin, KH Abdul Manan Ghani, dan KH Abdul Muhit. Kemudian KH Ubaidillah Ruhiyat, KH Yusuf Karim, KH Taufikurrahman, dan KH Muhammad Faqih.
Selanjutnya KH M Takiyudin Bashri, KH Zamzami Amin, KH Zamzami Yusuf, dan KH Moh Farid NZ. Kemudian KH Ruhyat Hasby, KH Ahmad Syaekhu, KH R Amin Muhyiddin, KH Encep Subandi, KH Arif Fachruddin, KH Nurul Huda, KH Abdul Mujib, KH Jumhur, KH Miftah Faqih, dan KH Junjun Junaedi.
(poe)
Lihat Juga :