Data Riset Analitika Ungkap Elektabilitas Prabowo-Gibran, Ini Penjelasannya
Sabtu, 10 Februari 2024 - 18:07 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi kemudian terjadi lonjakan elektabilitas Prabowo-Gibran hingga berhasil menyalip, dengan meraih elektabilitas 45,5 persen pada Desember 2023. Keunggulan Prabowo-Gibran makin tak terbendung dengan menembus hingga 51,7 persen pada Januari 2024.
Sebaliknya, Ganjar-Mahfud anjlok menjadi 28,3 persen (Desember 2023) dan terus melorot sebesar 20,1 persen (Januari 2024). Pada titik itu, Anies-Muhaimin yang pelan-pelan naik dari hanya 15,6 persen menjadi 21,0 persen dan menggeser posisi Ganjar-Mahfud.
"Sepanjang periode Oktober 2023-Januari 2024 terjadi migrasi pemilih yang signifikan dari mendukung Ganjar-Mahfud, beralih ke pasangan 2," tandas Nana.
Tampilnya Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres mengubah peta dukungan pemilih. Pemilih yang sebelumnya merupakan pendukung kuat Presiden Jokowi bergeser dari semula condong kepada sosok Ganjar Pranowo menjadi memilih Prabowo.
"Munculnya Gibran semakin meyakinkan ke mana arah dukungan Jokowi," terang Nana.
Sebelumnya terjadi perimbangan di mana tingkat dukungan baik terhadap Prabowo maupun Ganjar hampir sama kuatnya. Jokowi saat itu belum menunjukkan kejelasan sikapnya, bahkan Ganjar pernah difavoritkan oleh Jokowi sebagai penggantinya pasca-2024 kelak.
"Perpecahan yang semakin mendalam antara Jokowi dan kalangan elite PDIP membuat arah dukungan Jokowi kemudian bergeser sepenuhnya kepada Prabowo," ungkap Nana.
Sebaliknya, Ganjar-Mahfud anjlok menjadi 28,3 persen (Desember 2023) dan terus melorot sebesar 20,1 persen (Januari 2024). Pada titik itu, Anies-Muhaimin yang pelan-pelan naik dari hanya 15,6 persen menjadi 21,0 persen dan menggeser posisi Ganjar-Mahfud.
"Sepanjang periode Oktober 2023-Januari 2024 terjadi migrasi pemilih yang signifikan dari mendukung Ganjar-Mahfud, beralih ke pasangan 2," tandas Nana.
Tampilnya Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres mengubah peta dukungan pemilih. Pemilih yang sebelumnya merupakan pendukung kuat Presiden Jokowi bergeser dari semula condong kepada sosok Ganjar Pranowo menjadi memilih Prabowo.
"Munculnya Gibran semakin meyakinkan ke mana arah dukungan Jokowi," terang Nana.
Sebelumnya terjadi perimbangan di mana tingkat dukungan baik terhadap Prabowo maupun Ganjar hampir sama kuatnya. Jokowi saat itu belum menunjukkan kejelasan sikapnya, bahkan Ganjar pernah difavoritkan oleh Jokowi sebagai penggantinya pasca-2024 kelak.
"Perpecahan yang semakin mendalam antara Jokowi dan kalangan elite PDIP membuat arah dukungan Jokowi kemudian bergeser sepenuhnya kepada Prabowo," ungkap Nana.
Lihat Juga :