Gerakan Nurani Bangsa Dorong Pemilu 2024 Berlandaskan Etika dan Nurani
Sabtu, 10 Februari 2024 - 18:17 WIB
loading...
Konferensi pers GNB Mendorong Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 Berlandaskan Etika dan Nurani di Graha Oikumene Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (10/2/2024) sore. FOTO/MPI/CARLOS ROY FAJARTA
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah tokoh lintas bidang yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menyerukan sikap menjelang hari coblosan Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024. GNB mendorong Pemilu 2024 berlandaskan etika dan nurani.
Seruan tersebut disampaikan dalam konferensi pers GNB 'Mendorong Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 Berlandaskan Etika dan Nurani' di Graha Oikumene Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (10/2/2024) sore. Dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh GNB yang hadir menyampaikan keprihatinannya masing-masing atas kondisi demokrasi bangsa.
Kemudian budayawan sekaligus aktor ternama, Slamet Rahardjo membacakan pernyataan tertulis yang sudah disiapkan GNB.
Baca juga: Jaga Marwah Demokrasi, GNB Harus Jadi Alarm dalam Penyelenggaraan Pemilu 2024
Proses penyelenggaraan Pemilu 2024 menjadi kepedulian semua elemen bangsa yang ditemui GNB. Agar Pemilu 2024 mendapatkan legitimasi yang kuat dari rakyat, penyelenggaraan Pemilu harus dipastikan bersih, jujur, adil dan bermartabat. Namun sayangnya, berbagai persoalan mendasar telah mewarnai dan menjadi sorotan publik, mulai dari persoalan etika moral hingga teknis penyelenggaraan Pemilu 2024.
Persoalan etika moral menjadi sorotan utama publik karena berkaitan dengan fundamental hidup berbangsa dan bernegara, utamanya dalam kasus pelanggaran etik di Mahkamah Konstitusi dan KPU. Diskursus publik ini telah mempengaruhi kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemilu 2024.
Seruan tersebut disampaikan dalam konferensi pers GNB 'Mendorong Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 Berlandaskan Etika dan Nurani' di Graha Oikumene Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (10/2/2024) sore. Dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh GNB yang hadir menyampaikan keprihatinannya masing-masing atas kondisi demokrasi bangsa.
Kemudian budayawan sekaligus aktor ternama, Slamet Rahardjo membacakan pernyataan tertulis yang sudah disiapkan GNB.
Baca juga: Jaga Marwah Demokrasi, GNB Harus Jadi Alarm dalam Penyelenggaraan Pemilu 2024
Berikut pernyataan yang dibicarakan oleh Slamet Rahardjo:
GNB berangkat dari pandangan bahwa Pemilu 2024 adalah satu tahapan saja dalam perjalanan panjang bangsa, sebagai mekanisme demokratis untuk pergantian kepemimpinan nasional. Karena itu, GNB mengajak seluruh elemen bangsa untuk meletakkan Pemilu 2024 dalam kerangka jangka panjang. Dibutuhkan legalitas dan legitimasi yang kuat agar pemimpin nasional terpilih dapat menjalankan kepemimpinannya dengan baik.Proses penyelenggaraan Pemilu 2024 menjadi kepedulian semua elemen bangsa yang ditemui GNB. Agar Pemilu 2024 mendapatkan legitimasi yang kuat dari rakyat, penyelenggaraan Pemilu harus dipastikan bersih, jujur, adil dan bermartabat. Namun sayangnya, berbagai persoalan mendasar telah mewarnai dan menjadi sorotan publik, mulai dari persoalan etika moral hingga teknis penyelenggaraan Pemilu 2024.
Persoalan etika moral menjadi sorotan utama publik karena berkaitan dengan fundamental hidup berbangsa dan bernegara, utamanya dalam kasus pelanggaran etik di Mahkamah Konstitusi dan KPU. Diskursus publik ini telah mempengaruhi kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemilu 2024.
Lihat Juga :