NU-Muhammadiyah Imbau Pilpres yang Kondusif: Menang Jangan Jumawa, Kalah Legawa
Jum'at, 09 Februari 2024 - 21:43 WIB
loading...
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Dua organisasi kemasyarakatan Islam besar Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah , berharap pemilihan presiden (Pilpres) 2024 tetap kondusif, hingga seluruh prosesnya selesai.
NU dan Muhammadiyah mendorong agar pemilihan presiden bisa berlangsung dengan jujur, adil, dan transparan sesuai asas pemilu yang telah disepakati bersama.
“Kami gembira kampanye berjalan lancar, tak ada insiden yang mengganggu proses politik ini. Harapan kita tetap lancar sampai selesai, apa pun hasilnya kita terima,” kata Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf di Jakarta, Jumat (9/2/2024).
Baca juga: Kemendagri Dorong Penyelenggaraan Pemilu 2024 yang Kondusif
Gus Ipul, sapaan akrabnya, tidak memungkiri bahwa suhu politik memanas selama proses Pilpres ini berjalan, akan tetapi semua pihak bisa menempatkan diri dengan baik dan memaklumi sebagai bagian dari dinamika politik.
Jika ada imbauan oleh sementara kalangan dan harapan agar Pemilu bebas dari pelanggaran, Gus Ipul, melihat hal itu lumrah. "Saya sekian kali berkontestasi di Pemilu dan selalu ada imbauan agar tidak ada kecurangan," katanya.
Instrumen yang ada, kata Gus Ipul, dapat digunakan oleh pihak yang tidak puas dengan jalan menempuh jalur-jalur yang sudah disiapkan oleh konstitusi.
NU dan Muhammadiyah mendorong agar pemilihan presiden bisa berlangsung dengan jujur, adil, dan transparan sesuai asas pemilu yang telah disepakati bersama.
“Kami gembira kampanye berjalan lancar, tak ada insiden yang mengganggu proses politik ini. Harapan kita tetap lancar sampai selesai, apa pun hasilnya kita terima,” kata Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf di Jakarta, Jumat (9/2/2024).
Baca juga: Kemendagri Dorong Penyelenggaraan Pemilu 2024 yang Kondusif
Gus Ipul, sapaan akrabnya, tidak memungkiri bahwa suhu politik memanas selama proses Pilpres ini berjalan, akan tetapi semua pihak bisa menempatkan diri dengan baik dan memaklumi sebagai bagian dari dinamika politik.
Jika ada imbauan oleh sementara kalangan dan harapan agar Pemilu bebas dari pelanggaran, Gus Ipul, melihat hal itu lumrah. "Saya sekian kali berkontestasi di Pemilu dan selalu ada imbauan agar tidak ada kecurangan," katanya.
Instrumen yang ada, kata Gus Ipul, dapat digunakan oleh pihak yang tidak puas dengan jalan menempuh jalur-jalur yang sudah disiapkan oleh konstitusi.
Lihat Juga :