PDIP Usul Klaster Ketenagakerjaan Dipisah dari Omnibus Law Cipta Kerja

Selasa, 14 April 2020 - 18:51 WIB
loading...
PDIP Usul Klaster Ketenagakerjaan...
Wakil Ketua Baleg DPR RI dari Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka mengusulkan klaster ketenagakerjaan dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja diusulkan untuk dipisahkan atau dikeluarkan dari RUU tersebut. Foto/dpr.go.id
A A A
JAKARTA - Klaster ketenagakerjaan dalam Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja diusulkan untuk dipisahkan atau dikeluarkan dari RUU tersebut. Sehingga, RUU tersebut nantinya hanya fokus membahas tentang perizinan dan investasi.

Adapun usul tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rieke Diah Pitaloka dalam rapat Baleg DPR bersama pemerintah membahas Omnibus Law Cipta Kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2020).

"Bagaimana mengurangi tekanan publik, maka ada baiknya klaster ketenagakerjaan ini dipisahkan (dari RUU Cipta Kerja), sehingga untuk mempermudah investasi dan perizinan saja," ujar Rieke.

Legislator asal daerah pemilihan Jawa Barat VII ini menilai klaster ketenagakerjaan perlu dibahas secara komprehensif. Pasalnya, ketenagakerjaan merupakan hilir dari sistem perekonomian, perindustrian, dan perdagangan.

Sedangkan sektor hulu, menurut dia, harus diatur karena para pekerja sangat merasakan dampak Pandemi virus corona atau COVID-19. "Terutama untuk atasi dampak pandemi COVID-19, banyak pabrik tutup. Kami sangat mendukung pemerintah lakukan perbaikan regulasi, namun tidak ada salahnya kita melakukan instropeksi terhadap draf RUU ini," kata wanita yang menjadi pemeran Oneng dalam Sinetron Komedi Bajaj Bajuri itu.

Dia mengatakan, draf Omnibus Law Cipta Kerja dibikin sebelum adanya Pandemi COVID-19. "Sehingga dalam proses menyerap aspirasi publik baik kiranya kami memberikan kesempatan kepada pemerintah manakala mau menarik atau memperbaiki draf yang ada," tuturnya.

Rieke menilai pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja itu tidak perlu terburu-buru. "Sehingga perlu dicek ricek lebih dalam lagi," ucapnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Jelang Armuzna, DPR...
Jelang Armuzna, DPR Ingatkan Pemerintah soal Layanan Konsumsi dan Transportasi
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Rekomendasi
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Berita Terkini
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved