Ganjar: Tugas Negara Menciptakan Keadilan Sosial, Bukan Bantuan Sosial

Minggu, 04 Februari 2024 - 21:19 WIB
loading...
Ganjar: Tugas Negara...
Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo menegaskan tugas negara harus menciptakan keadilan sosial (kesra), bukan menciptakan bantuan sosial (bansos). Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo menegaskan tugas negara harus menciptakan keadilan sosial (kesra), bukan menciptakan bantuan sosial (bansos). Hal ini ditegaskannya dalam Debat Kelima Pilpres 2024.

“Kami berusul bantuannya ganti aja deh bantuan Kesra, karena tugas negara itu menciptakan keadilan sosial bukan menciptakan bantuan sosial,” kata Ganjar usai memberikan pertanyaan kepada Capres Anies Baswedan terkait bansos pada Debat Kelima Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Minggu (4/2/2024).

Pada kesempatan itu, Ganjar pun setuju dengan Anies Baswedan bahwa dalam pemberian bantuan sosial harus diperbaiki data sosialnya. “Ya kali ini pasti setuju dong karena proses logic, logic thinking-nya adalah datanya diperbaiki, ini yang pernah kita lakukan,” katanya.

“Dan ketika kawan-kawan kades (kepala desa) sudah bersusah payah diberikan ke atas balik lagi pada data yang sama. Seolah-olah kita abai pada soal data ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ganjar pun mengatakan ketika bantuan sosial diberikan meskipun menurunkan kemiskinan, namun tidak untuk gap kemiskinan. “Sehingga betul-betul bansos yang diberikan yang rencananya tadi menurunkan kemiskinan mengurangi gap. Menurun kemiskinan, oke ternyata. Tapi gap, dia tidak. Berapa pun besarnya tetap tinggi ini menarik dan kami apa punya data yang kita bisa baca,” tuturnya.

“Dan tentu saja ini penting memang paradigma bansos sekali lagi ini betul-betul hak rakyat. Tugas negara dan pemerintah adalah memastikan itu bahwa ini adalah tepat sasaran dan tepat waktu,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Hari Lahir Pancasila...
Hari Lahir Pancasila 2026, Irfan Aghasar Tekankan Pentingnya Persatuan dan Keadilan Sosial
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Menggugat Ilusi Kapitalisme...
Menggugat Ilusi Kapitalisme Negara
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Indodax Distribusikan...
Indodax Distribusikan Hewan Kurban ke Lima Titik Wilayah di Aceh
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
Rekomendasi
Kisah Yasin Ayari dan...
Kisah Yasin Ayari dan Gol Perdana Swedia di Piala Dunia Setelah 2.893 Hari
Polda Metro Jaya Larang...
Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
Berita Terkini
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved