Ganjar: Ada Ancaman Baru Era Demokrasi saat Beda Pendapat dan Pilihan

Minggu, 04 Februari 2024 - 08:06 WIB
loading...
Ganjar: Ada Ancaman...
Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo menuturkan ada model ancaman baru di era Reformasi yang berbeda dengan Orde Baru. Foto: Dok MPI
A A A
PONTIANAK - Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo menuturkan ada model ancaman baru di era Reformasi yang berbeda dengan Orde Baru. Saat Orde Baru misalnya, ketika rakyat berbeda pendapat atau melawan negara ancamannya penjara.

Tapi, yang terjadi saat ini berbeda dengan ketika masa Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Justru ketika berbeda pendapat atau mendukung capres cawapres yang berbeda dengan penguasa, maka ancamannya diseret ke ranah hukum dengan dicari-cari kesalahannya.

Baca juga: Ganjar Siap Hadapi Debat Capres 2024 Hari Ini, TPN: Insya Allah Kuasai Panggung Debat

"Dulu era Orde Baru itu kalau mengancam subversive. Kamu melawan negara, kamu melawan pemerintah dipenjara, telepon melarang, mengancam. Kalau sekarang ancamannya korupsi, dicari persoalannya, ada nggak ada," ujar Ganjar di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (3/2/2024).

Dia mendapatkan informasi dan keluh kesah beberapa pejabat di daerah mulai tingkat kepala daerah hingga kepala desa diintervensi dengan gaya-gaya baru era demokrasi. Mereka kemudian melaporkan ke dirinya sehingga dia meminta aparat penegak hukum semuanya di Indonesia untuk bersikap netral.

Kasus-kasus seperti itu kian masif ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan statement presiden boleh memihak dan berkampanye ke salah satu pasangan calon sesuai hak politik perorangan. Tapi, sayangnya pada perjalanannya justru membuat jalannya pemerintahan dan roda demokrasi kian amburadul.

"Makanya dulu diperintahkan ASN, TNI, Polri harus netral. Gubernur, bupati harus netral itu perintah presiden. Hari ini berubah maka kekacauan mulai terjadi. Kembalikan pada prinsip awal cabut statement itu!" tegas Ganjar.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Siapa Jimmy Lai? Taipan...
Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara
Separuh Penduduk Barat...
Separuh Penduduk Barat Yakin Demokasi Sudah Lumpuh, Apa Pemicunya?
7 Juta Warga AS Turun...
7 Juta Warga AS Turun ke Jalanan Lawan Trump dengan Gerakan No Kings, Ini 6 Alasannya
Rekomendasi
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Berita Terkini
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Namanya
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved