Ini Strategi Prabowo-Gibran Siapkan Generasi Muda di Tengah Era Gig Economy
Sabtu, 03 Februari 2024 - 23:56 WIB
loading...
Paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berkomitmen menyediakan lapangan pekerjaan bagi generasi muda di tengah era disrupsi teknologi. (Foto: dok iNews Media Group/Aldhi Chandra Setiawan)
A
A
A
JAKARTA – Pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berkomitmen menyediakan lapangan pekerjaan bagi generasi muda di tengah era disrupsi teknologi. Salah satu caranya adalah mengadopsi Solo Technopark dalam skala nasional untuk meningkatkan keterampilan angkatan kerja Indonesia.
Juru bicara calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka, Emil Elestianto Dardak mengungkapkan, melalui Solo Technopark pemuda kan dibekali berbagai skill.
“Solo Technopark itu termasuk yang terbaik di Indonesia untuk inkubatornya. Para pemuda akan dibekali dengan skill masa depan, seperti programming, web designer, dan e-commerce. Visi technopark adalah meningkatkan keterampilan yang bukan sekadar mempersiapkan mereka menjadi pencari kerja, tapi justru jadi pencipta lapangan kerja,” katanya.
Dia juga menuturkan bahwa saat ini sudah berada diera gig economy, di mana masyarakat tidak lagi menjadi karyawan yang bekerja dari jam 9 hingga 5 di kantor.
“Kita sekarang sudah berada di era gig economy. Orang bekerja tidak lagi menjadi karyawan dari jam 9 sampai jam 5 di kantor. Mereka bisa jadi freelance atau pekerja mandiri yang tidak tergantung pada slip gaji bulanan. Nah, para gig workers inilah yang akan kita cetak,” tambah Emil.
Juru bicara calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka, Emil Elestianto Dardak mengungkapkan, melalui Solo Technopark pemuda kan dibekali berbagai skill.
“Solo Technopark itu termasuk yang terbaik di Indonesia untuk inkubatornya. Para pemuda akan dibekali dengan skill masa depan, seperti programming, web designer, dan e-commerce. Visi technopark adalah meningkatkan keterampilan yang bukan sekadar mempersiapkan mereka menjadi pencari kerja, tapi justru jadi pencipta lapangan kerja,” katanya.
Dia juga menuturkan bahwa saat ini sudah berada diera gig economy, di mana masyarakat tidak lagi menjadi karyawan yang bekerja dari jam 9 hingga 5 di kantor.
“Kita sekarang sudah berada di era gig economy. Orang bekerja tidak lagi menjadi karyawan dari jam 9 sampai jam 5 di kantor. Mereka bisa jadi freelance atau pekerja mandiri yang tidak tergantung pada slip gaji bulanan. Nah, para gig workers inilah yang akan kita cetak,” tambah Emil.
Lihat Juga :