Lembaga Pemantau Pemilu Suara Rakyat Gelar Diskusi Publik Polemik Presiden Berkampanye
Sabtu, 03 Februari 2024 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
Hadir sebagai narasumber Timnas Paslon 1 Anies-Muhaimin dihadiri Roby Nurhahi, TKN 2 Prabowo -Gibran diwakili Riza Patria, dan Paslon 3 Ganjar-Mahfud dihadiri Hengky Irawan.
Kemudian, Prof Yudi Haryono selaku pengamat politik dan dihadiri Komisioner Bawaslu Queen Pagagan.
Hengky Irawan, Wakil Direktur TPN Ganjar-Mahfud merupakan mantan aktivis yang aktif mengikuti perjalanan pasang surutnya dinamika politik di Indonesia. Dia mengapresiasi lagu yang dibuat LPP Surak bahwa suara rakyat adalah penyampaian suara Illahi .
Riza Patria mengapresiasi gerakan yang dilakukan LPP Surak mengenai aturan UU yang menyatakan Presiden boleh berkampanye.
"Presiden juga warga negara punya hak memilih atau dipilih. Sebagai orang yang menjabat, yang berkuasa punya kemampuan, memiliki fasilitas kenegaraan yang luar biasa, semua ada potensi berkampanye , semua punya potensi dari RT hingga Presiden. Namun, sekalipun punya kuasa bukan berarti akan curang sebagaimana dalam persepsi banyak orang. Kecurangan bisa terjadi siapa saja. Semua orang berpotensi curang. Presiden boleh kampanye, namun tidak boleh menggunakan fasilitas negara sesuai aturan," ungkap Riza.
"Saya pribadi nggak perlu presiden berkampanye, karena Prabowo-Gibran akan menang 1 putaran tanpa presiden harus berkampanye. Tidak perlu ribut-ribut tentang presiden kampanye," tambahnya.
Kemudian, Prof Yudi Haryono selaku pengamat politik dan dihadiri Komisioner Bawaslu Queen Pagagan.
Hengky Irawan, Wakil Direktur TPN Ganjar-Mahfud merupakan mantan aktivis yang aktif mengikuti perjalanan pasang surutnya dinamika politik di Indonesia. Dia mengapresiasi lagu yang dibuat LPP Surak bahwa suara rakyat adalah penyampaian suara Illahi .
Riza Patria mengapresiasi gerakan yang dilakukan LPP Surak mengenai aturan UU yang menyatakan Presiden boleh berkampanye.
"Presiden juga warga negara punya hak memilih atau dipilih. Sebagai orang yang menjabat, yang berkuasa punya kemampuan, memiliki fasilitas kenegaraan yang luar biasa, semua ada potensi berkampanye , semua punya potensi dari RT hingga Presiden. Namun, sekalipun punya kuasa bukan berarti akan curang sebagaimana dalam persepsi banyak orang. Kecurangan bisa terjadi siapa saja. Semua orang berpotensi curang. Presiden boleh kampanye, namun tidak boleh menggunakan fasilitas negara sesuai aturan," ungkap Riza.
"Saya pribadi nggak perlu presiden berkampanye, karena Prabowo-Gibran akan menang 1 putaran tanpa presiden harus berkampanye. Tidak perlu ribut-ribut tentang presiden kampanye," tambahnya.
Lihat Juga :