Aksi Kamisan, Benny Rhamdani Ajak Jaga Kesakralan Istana Presiden
Kamis, 01 Februari 2024 - 22:01 WIB
loading...
A
A
A
"Hingga hari ini, hukum tidak pernah menyentuh Prabowo. Rekomendasi DPR sudah dikeluarkan, rekomendasi Komnas HAM juga sudah dilakukan. Tapi, negara seolah-olah takluk kepada seorang Prabowo," tutur Benny.
Dia melanjutkan, para aktivis menuntut agar dibentuknya peradilan HAM adhoc untuk mengadili Prabowo. Pihaknya tak ingin Prabowo maupun orang yang diduga pelanggar HAM lainnya diberikan impunitas atau pembebasan dari hukuman.
Menurutnya, jika Prabowo ngotot untuk tetap berkuasa melalui jalur pemilu, Reformasi 98 jilid II bisa terulang kembali. "Kita ingin memberi pesan, siapa sangka diktator Soeharto, 32 tahun memerintah itu bisa ditumbangkan rakyat. Padahal, Soeharto didukung kekuatan militer saat itu," tutur Benny.
Maka itu, lanjut dia, ketika Prabowo memaksakan diri, dia telah menyulut sumbu revolusi, yang bakal lahir dari kekuatan rakyat dan kekuatan mahasiswa. Dia meyakini Reformasi 98 jilid II atau revolusi sosial akan kembali terjadi.
Para aktivis sempat bergabung dengan Aksi Kamisan atau aksi yang dilakukan setiap hari Kamis di seberang Istana Merdeka yang dilakukan korban pelanggaran HAM di Indonesia. Mereka bersama-sama salah satunya, Maria Catarina Sumarsih, ibu dari mahasiswa Universitas Atma Jaya yang tewas saat Tragedi Semanggi I, Benardinus Realino Norma Irawan.
Sumarsih yang sudah 17 tahun menuntut keadilan atas kematian putranya itu, sepakat bahwa pengadilan HAM adhoc harus segera dibentuk. "Kalau memang Presiden Jokowi ini adalah seorang reformis sejati seharusnya Presiden Jokowi segera menerbitkan perpres pembentukan pengadilan HAM adhoc," ujarnya.
Dia melanjutkan, para aktivis menuntut agar dibentuknya peradilan HAM adhoc untuk mengadili Prabowo. Pihaknya tak ingin Prabowo maupun orang yang diduga pelanggar HAM lainnya diberikan impunitas atau pembebasan dari hukuman.
Menurutnya, jika Prabowo ngotot untuk tetap berkuasa melalui jalur pemilu, Reformasi 98 jilid II bisa terulang kembali. "Kita ingin memberi pesan, siapa sangka diktator Soeharto, 32 tahun memerintah itu bisa ditumbangkan rakyat. Padahal, Soeharto didukung kekuatan militer saat itu," tutur Benny.
Maka itu, lanjut dia, ketika Prabowo memaksakan diri, dia telah menyulut sumbu revolusi, yang bakal lahir dari kekuatan rakyat dan kekuatan mahasiswa. Dia meyakini Reformasi 98 jilid II atau revolusi sosial akan kembali terjadi.
Para aktivis sempat bergabung dengan Aksi Kamisan atau aksi yang dilakukan setiap hari Kamis di seberang Istana Merdeka yang dilakukan korban pelanggaran HAM di Indonesia. Mereka bersama-sama salah satunya, Maria Catarina Sumarsih, ibu dari mahasiswa Universitas Atma Jaya yang tewas saat Tragedi Semanggi I, Benardinus Realino Norma Irawan.
Sumarsih yang sudah 17 tahun menuntut keadilan atas kematian putranya itu, sepakat bahwa pengadilan HAM adhoc harus segera dibentuk. "Kalau memang Presiden Jokowi ini adalah seorang reformis sejati seharusnya Presiden Jokowi segera menerbitkan perpres pembentukan pengadilan HAM adhoc," ujarnya.
Lihat Juga :