Selain Hoaks, Kominfo Minta Masyarakat Aktif Pantau Bantuan Pemerintah

Rabu, 12 Agustus 2020 - 16:15 WIB
loading...
Selain Hoaks, Kominfo...
Pencairan bantuan sosial tunai (BST) di Curug, Tangerang, Banten, Sabtu (25/4/2020). Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan informasi valid atau faktual yang terjadi. Salah satunya, terkait bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah ke masyarakat.

“Di sektor yang berbau bantuan langsung sosial, ekonomi, UMKM, kesehatan, apapun ini yang sudah digelontorkan. Bahkan, pegawai yang gajinya (di bawah) Rp 5 juta itu juga mendapatkan bantuan, mohon juga dimonitor. Kita tidak bisa tanpa umpan balik dari masyarakat,” ujar Dirjen IKP Kominfo Widodo Muktiyo dalam diskusi daring Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9), Rabu (12/8/2020).

Widodo mengaku senang bila masyarakat juga terlibat aktif menyampaikan informasi yang valid dan bisa dibuktikan. Termasuk terkait sebaran kabar yang tidak benar atau hoaks.

(Baca: Menkominfo Instruksikan Dinas Kominfo Gencarkan Kampanye Protokol Covid-19)

Dalam dunia virtual saat ini, ada tingkatan media daring yang bisa dimonitor pemerintah maupun kepolisian. Berikutnya yaitu media sosial seperti Instagram, Youtube, Twitter, Facebook dan lainnya.

“Kalau berita itu hoaks, pasti akan di-take down. Kita akan menegakkan aturan sesuai dengan yang sudah berlaku selama ini. Misalnya, kalau ISP (Internet Service Provider) itu di internet, kalau di media sosial melalui pemiliknya,” ujar dia.

Namun yang sulit untuk dipantau yaitu sebaran informasi yang beredar di jejaring aplikasi pesan instan Whatsapp. Biasanya berita bohong, menghasut mudah disebar melalui grup di aplikasi tersebut. Jika berita tersebut bohong, bersifat menghasut, Widodo mengatakan pemerintah sulit mengetahuinya.

“Kalau masyarakat (merasa) sepertinya ada sesuatu yang janggal, tidak logis, berbau sebarkan dan seolah-olah malah memerintah, kami meyakini berita-berita itu justru sebetulnya sampah. Berita yang harusnya tidak ditelan,” jelasnya.

(Baca: Baru 3,5 Juta Peserta BP Jamsostek Terdata Terima BLT Rp600 Ribu, Ayo Siapa Lagi)

Widodo mengakui tidak mudah bagi setiap orang untuk menyaring informasi tersebut. Karena itu, ia menyarankan masyarakat juga perlu literasi saat bermedia sosial.

Di sisi lain, Kominfo juga memastikan selama 24 jam penuh melakukan pemantauan terhadap informasi yang beredar di masyarakat, termasuk yang berkaitan dengan penanganan Covid-19. Tim siber Kominfo akan memantau atau monitoring sebaran informasi, salah satunya di media sosial.

“Kalau masyarakat punya data dan bisa dibuktikan, maka bisa di-sounding di (portal) covid19.go.id atau melalui Kominfo,” terang dia.

Ia juga berharap masyarakat mau divalidasi datanya. Bukan malah menyebarkan hoaks dan mengadu domba. Upaya tersebut sebagai bentuk kesadaran masyarakat sebagai civil society.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Isu Mark Up Harga Sepatu...
Isu Mark Up Harga Sepatu Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Itu Fitnah, Hoaks
Soroti Pernyataan Amien...
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pengamat Ingatkan Bahaya Politik Fitnah
Tanggapi Amien Rais,...
Tanggapi Amien Rais, Gerakan Pemuda Marhaen: Penurunan Kualitas Demokrasi
Komdigi Tegaskan Video...
Komdigi Tegaskan Video Amien Rais soal Prabowo Hoaks dan Bermuatan Ujaran Kebencian
Beredar Isu Kas Masjid...
Beredar Isu Kas Masjid Bakal Dikelola Pemerintah, Kemenag Tegaskan Itu Hoaks
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Rizky Billar Laporkan...
Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Selingkuh dengan Anak Ramzi
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Rekomendasi
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Tips MotionTrade: Modus...
Tips MotionTrade: Modus Penipuan Berkedok Customer Service, Investor Wajib Waspada!
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 79-80: Rencana Dipa Bungkam Danang Gagal Total
Berita Terkini
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Tak Ditahan, Roy Suryo...
Tak Ditahan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikenakan Wajib Lapor
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved