Selain Hoaks, Kominfo Minta Masyarakat Aktif Pantau Bantuan Pemerintah
Rabu, 12 Agustus 2020 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
“Kalau berita itu hoaks, pasti akan di-take down. Kita akan menegakkan aturan sesuai dengan yang sudah berlaku selama ini. Misalnya, kalau ISP (Internet Service Provider) itu di internet, kalau di media sosial melalui pemiliknya,” ujar dia.
Namun yang sulit untuk dipantau yaitu sebaran informasi yang beredar di jejaring aplikasi pesan instan Whatsapp. Biasanya berita bohong, menghasut mudah disebar melalui grup di aplikasi tersebut. Jika berita tersebut bohong, bersifat menghasut, Widodo mengatakan pemerintah sulit mengetahuinya.
“Kalau masyarakat (merasa) sepertinya ada sesuatu yang janggal, tidak logis, berbau sebarkan dan seolah-olah malah memerintah, kami meyakini berita-berita itu justru sebetulnya sampah. Berita yang harusnya tidak ditelan,” jelasnya.
(Baca: Baru 3,5 Juta Peserta BP Jamsostek Terdata Terima BLT Rp600 Ribu, Ayo Siapa Lagi)
Widodo mengakui tidak mudah bagi setiap orang untuk menyaring informasi tersebut. Karena itu, ia menyarankan masyarakat juga perlu literasi saat bermedia sosial.
Namun yang sulit untuk dipantau yaitu sebaran informasi yang beredar di jejaring aplikasi pesan instan Whatsapp. Biasanya berita bohong, menghasut mudah disebar melalui grup di aplikasi tersebut. Jika berita tersebut bohong, bersifat menghasut, Widodo mengatakan pemerintah sulit mengetahuinya.
“Kalau masyarakat (merasa) sepertinya ada sesuatu yang janggal, tidak logis, berbau sebarkan dan seolah-olah malah memerintah, kami meyakini berita-berita itu justru sebetulnya sampah. Berita yang harusnya tidak ditelan,” jelasnya.
(Baca: Baru 3,5 Juta Peserta BP Jamsostek Terdata Terima BLT Rp600 Ribu, Ayo Siapa Lagi)
Widodo mengakui tidak mudah bagi setiap orang untuk menyaring informasi tersebut. Karena itu, ia menyarankan masyarakat juga perlu literasi saat bermedia sosial.
Lihat Juga :