Simulasi Pengamanan Pemilu 2024: TNI di Belakang Polri, Tak Menyerang Aksi Massa

Kamis, 01 Februari 2024 - 11:53 WIB
loading...
Simulasi Pengamanan...
Simulasi aksi massa bertajuk Matinya Demokrasi di Indonesia yang menggeruduk gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Lapangan Taxy Way Echo, Landasan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis (1/2/2024). FOTO/MPI/Jonathan Simanjuntak
A A A
JAKARTA - TNI memastikan akan ikut melakukan pengamanan selama proses Pemilu 2024 . Aparat TNI nantinya diturunkan jika aksi demonstrasi pecah.

Sebagai persiapan, prajurit dari Kodam Jayakarta melakukan simulasi di Lapangan Taxy Way Echo, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Dalam simulasi ini, TNI memperagakan adanya aksi massa yang tidak puas terhadap pelaksanaan demokrasi di Indonesia.

Sambil membawa banner bertajuk 'Matinya Demokrasi di Indonesia' massa aksi diskenariokan menggeruduk gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU). Massa aksi diskenariokan tak puas dengan penyelenggaraan Pemilu dan ingin menerobos masuk Gedung KPU.

Baca juga: Panglima TNI Cek Langsung 446.219 Personel Pengamanan Pemilu 2024

Dalam skenario itu, Brimob hingga Babinsa berada di barisan barikade paling depan menghalau massa. Aparat TNI kemudian baru turun ketika Brimob terpukul mundur.

Bermodalkan tameng, mereka menahan seluruh aksi massa yang marah. Kemarahan aksi massa itu diskenariokan dengan melempar sejumlah barang hingga memukul dan menendang tameng.

Dalam simulasi itu, aparat TNI sama sekali tidak terlihat melakukan penyerangan. Upaya kontak terbesar terhadap massa adalah dengan mendorong massa menggunakan tameng secara perlahan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Rekomendasi
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
5 Fakta Menarik Jerman...
5 Fakta Menarik Jerman Tumbang Dihajar Ekuador: Gol Kilat Sane hingga Tekanan Gila La Tri
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
Berita Terkini
Menko Pangan: Saya Tahu...
Menko Pangan: Saya Tahu Keresahan Mitra BGN, Mitra Jangan Dikorbankan
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan...
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan Sanksi Pidana LGBT: Tidak Semua Happy terhadap Upaya Perbaikan
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat, Usman Hamid: Ruang Kelas Harus Bebas dari Intervensi Militer
KPK Belum Menahan Eks...
KPK Belum Menahan Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono usai Pemeriksaan, Ini Alasannya
Jokowi Wajib Hadir di...
Jokowi Wajib Hadir di Persidangan Perkara Ijazah, Pengacara Roy Suryo: Kan Dia Pelapor
Pengacara Ungkap Roy...
Pengacara Ungkap Roy Suryo-Tifa Merasa Diperlakukan Seperti Bukan Anak Bangsa saat Ditangkap Polisi
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved