Apresiasi Mahfud MD Mundur dari Kabinet Jokowi, Sandiaga: Kita Totalitas dalam Bekerja
Kamis, 01 Februari 2024 - 08:19 WIB
loading...
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP, Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi langkah Mahfud MD yang memutuskan mundur dari Kabinet Jokowi. Foto/MPI/tangguh yudha ramadhan
A
A
A
JAKARTA - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP, Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi langkah Mahfud MD yang memutuskan mundur dari Kabinet Jokowi sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Sikap tersebut merupakan bentuk totalitas dalam bekerja.
"Kita all out, kita totalitas bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas dan akhirnya bekerja ikhlas, karena kita ga mencari jabatan. Pada saat ini Pak Ganjar-Mahfud itu pada posisi memberikan pengabdian dan pengorbanan," ungkap Sandiaga, Rabu (31/1/2024).
"Jadi bukan hanya sekadar jabatan yang diperjuangkan, tapi bagaimana mereka bisa memberikan pengabdian terbaik, dan ini perlu pengorbanan dan itu sudah ditunjukkan oleh Pak Mahfud hari ini dengan mengumumkan mundurnya beliau dari kabinet," lanjutnya.
Baca juga: Mahfud MD Minta Maaf jika Ada Kekurangan Selama Jadi Menko Polhukam
Sandiaga menambahkan, PPP menyampaikan dukungannya kepada Mahfud MD apa pun keputusannya. Pertimbangan pertama diungkapkannya bertujuan untuk menghindari benturan kepentingan selama mengikuti kontestasi Pilpres 2024.
"Kita all out, kita totalitas bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas dan akhirnya bekerja ikhlas, karena kita ga mencari jabatan. Pada saat ini Pak Ganjar-Mahfud itu pada posisi memberikan pengabdian dan pengorbanan," ungkap Sandiaga, Rabu (31/1/2024).
"Jadi bukan hanya sekadar jabatan yang diperjuangkan, tapi bagaimana mereka bisa memberikan pengabdian terbaik, dan ini perlu pengorbanan dan itu sudah ditunjukkan oleh Pak Mahfud hari ini dengan mengumumkan mundurnya beliau dari kabinet," lanjutnya.
Baca juga: Mahfud MD Minta Maaf jika Ada Kekurangan Selama Jadi Menko Polhukam
Sandiaga menambahkan, PPP menyampaikan dukungannya kepada Mahfud MD apa pun keputusannya. Pertimbangan pertama diungkapkannya bertujuan untuk menghindari benturan kepentingan selama mengikuti kontestasi Pilpres 2024.