Megawati Sudah Lama Restui Mahfud MD Tinggalkan Jokowi
Selasa, 30 Januari 2024 - 21:41 WIB
loading...
A
A
A
Gerakan itu, kata dia, terlihat dengan adanya berhenti mengikuti atau unfollow akun Instagram pribadi dari Presiden Jokowi. Disinggung kapan pastinya Mahfud akan mundur dari menteri, Hasto menilai Menko Polhukam itu terus mementingkan persoalan bangsa dan negara yang belum tuntas.
Salah satu yang dikerjakan saat ini oleh Mahfud adalah mempercepat penyelesaian persoalan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya sebagai menteri.
"Persoalan Rempang misalnya, memerlukan sosok yang sangat tegas untuk menyelesaikan atau setidak-tidaknya memberikan rekomendasi agar berbagai ketidakadilan terhadap berbagai konflik agraria, terhadap kejahatan-kejahatan keuangan, melalui sistem online yang sering terjadi, pinjaman online, sistem asuransi dan sebagainya. Sehingga ini akan dikebut oleh Prof Mahfud," ujarnya.
Oleh karena itu, Hasto berharap agar sosok menteri pengganti Mahfud pun bisa melanjutkan apa yang sudah diselesaikan. Dan yang terpenting, sosok tersebut tetap dalam spirit yang sama untuk membela rakyat dan menegakkan Keadilan.
"Jangan malah menumbuhkan suatu kekuatan intimidasi yang baru. Ada Prof Mahfud saja muncul intimidasi, apalagi kalau tidak ada Prof Mahfud," pungkasnya.
Salah satu yang dikerjakan saat ini oleh Mahfud adalah mempercepat penyelesaian persoalan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya sebagai menteri.
"Persoalan Rempang misalnya, memerlukan sosok yang sangat tegas untuk menyelesaikan atau setidak-tidaknya memberikan rekomendasi agar berbagai ketidakadilan terhadap berbagai konflik agraria, terhadap kejahatan-kejahatan keuangan, melalui sistem online yang sering terjadi, pinjaman online, sistem asuransi dan sebagainya. Sehingga ini akan dikebut oleh Prof Mahfud," ujarnya.
Oleh karena itu, Hasto berharap agar sosok menteri pengganti Mahfud pun bisa melanjutkan apa yang sudah diselesaikan. Dan yang terpenting, sosok tersebut tetap dalam spirit yang sama untuk membela rakyat dan menegakkan Keadilan.
"Jangan malah menumbuhkan suatu kekuatan intimidasi yang baru. Ada Prof Mahfud saja muncul intimidasi, apalagi kalau tidak ada Prof Mahfud," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :