Ganjar Serap Aspirasi Masyarakat Banda Neira: Pembangunannya Harus Ocean Based Oriented

Selasa, 30 Januari 2024 - 16:54 WIB
loading...
Ganjar Serap Aspirasi...
Capres Nomor Urut 3 yang diusung Partai Perindo, Ganjar Pranowo mengunjungi Pulau Banda Neira di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Selasa (30/1/2024). Foto/TPN
A A A
BANDA NEIRA - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3 yang diusung Partai Perindo, Ganjar Pranowo mengunjungi Pulau Banda Neira di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Selasa (30/1/2024). Namun, ia menegaskan kunjungan itu bukan merupakan bentuk dari kampanye.

Ganjar menegaskan kunjungan ke Pulau Banda Neira itu merupakan bentuk keinginan dirinya untuk melihat ujung wilayah Indonesia dan mendengar harapan masyarakat.

Baca juga: Capres Pertama Kunjungi Banda Neira, Ganjar: Tempat yang Saya Impikan untuk Didatangi

"Oh sebenarnya saya tidak dalam rangka kampanye. Ya ke sini untuk bisa melihat ujung-ujung Indonesia. Sekarang kita berteriak-teriak soal elektoral, buat saya tidak cukup," ujar Ganjar.

"Kita harus melihat ujung-ujung Indonesia yang musti kita lihat dan dengarkan apa yang menjadi harapan mereka," imbuhnya.

Kendati demikian, ia mengaku telah mendapat aspirasi dan harapan dari masyarakat dari kunjungannya ke Banda Neira. Salah satunya terkait akses transportasi.

"Pak Ganjar penerbangan dulu cukup banyak sehingga wisatawan masuk tapi hari ini tidak. Bisa enggak dikembalikan? Maka orang akan datang ke sini dengan fasilitas transportasi yang lebih baik," tutur Ganjar.

Baca juga: Akses Transportasi ke Maluku-Banda Neira Mahal, Ganjar: Tata Kelola Mesti Asimetris

"Atau barangkali karena ini bercirikan kepulauan maka pembangunannya ya ocean based oriented begitu, sehingga kita membangun melalui jalur-jalur transportasi laut. Kalau ada puskesmas, puskesmasnya terapung sehingga mereka akan mendapatkan fasilitas yang sama. Ini masukan dari warga tadi. Agar transportasinya lebih mudah sehingga orang berdatangan ke sini," tandas Ganjar.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Pemilu 2029 Masih Jauh,...
Pemilu 2029 Masih Jauh, PDIP: Jangan Setiap Hari Bicara Elektoral
Ganjar Ungkap Agenda...
Ganjar Ungkap Agenda Rakernas I PDIP di Ancol, Sistem Pilkada hingga Keluhan Masyarakat
Tito Karnavian Dorong...
Tito Karnavian Dorong Banda Neira Tingkatkan Kemajuan Daerah dan Pendidikan
Bupati Ponorogo Sugiri...
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Kena OTT KPK, Ini Respons PDIP
Kunjungi Banda Neira,...
Kunjungi Banda Neira, Mendagri Tegaskan Komitmen Pelestarian Warisan Sejarah
Beri Dukungan, Ganjar...
Beri Dukungan, Ganjar Datang ke Sidang Pledoi Hasto | Sindo Prime
Ganjar, Rano Karno,...
Ganjar, Rano Karno, hingga Risma Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila di Lenteng Agung
Rekomendasi
Rahasia Kelam di Balik...
Rahasia Kelam di Balik Vila Terpencil dalam Microdrama The Villa Girl's Secret V+Short
Alwi Farhan Jagokan...
Alwi Farhan Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo For The Last Dance!
JRP Insurance Hadir...
JRP Insurance Hadir di Jakarta Fair 2026, Jamin Perlindungan Asuransi bagi Pengunjung
Berita Terkini
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Namanya Dicatut BEM...
Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas
Infografis
Gaza Harus Diperlakukan...
Gaza Harus Diperlakukan seperti Jepang dan Jerman setelah PD II
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved