Kejagung Dinilai Jadi Oase Baru Penegakan Hukum
Senin, 29 Januari 2024 - 13:35 WIB
loading...
A
A
A
"Ini menjadi catatan khusus ke depan. Lembaga hukum tidak boleh dimanfaatkan oleh kekuasaan untuk menekan kekuatan politik yang berseberangan atau mengkriminalisasi pihak-pihak tertentu," tegasnya.
Gus Enha mengatakan, hukum adalah anak kandung demokrasi. Kesetaraan dan partisipasi publik secara politik, ekonomi, sosial, dan kebudayaan yang dijamin sistem demokrasi akan kehilangan maknanya jika tak selaras dengan penegakan hukum.
Penegakan hukum yang lemah akan memunculkan ketidakpastian hukum dan berdampak negatif pada aspek kehidupan masyarakat. "Penegakan hukum harus sampai pada nilai substansial yaitu terwujudnya keadilan yang selaras dengan rasa keadilan masyarakat," tuturnya.
Dia juga berharap Kejagung dapat mempertahankan dan memperbaiki capaian tersebut. "Ini mesti terus dirawat dan ditingkatkan lebih lanjut," tambahnya.
Gus Enha mengatakan, hukum adalah anak kandung demokrasi. Kesetaraan dan partisipasi publik secara politik, ekonomi, sosial, dan kebudayaan yang dijamin sistem demokrasi akan kehilangan maknanya jika tak selaras dengan penegakan hukum.
Penegakan hukum yang lemah akan memunculkan ketidakpastian hukum dan berdampak negatif pada aspek kehidupan masyarakat. "Penegakan hukum harus sampai pada nilai substansial yaitu terwujudnya keadilan yang selaras dengan rasa keadilan masyarakat," tuturnya.
Dia juga berharap Kejagung dapat mempertahankan dan memperbaiki capaian tersebut. "Ini mesti terus dirawat dan ditingkatkan lebih lanjut," tambahnya.
(jon)
Lihat Juga :