Jika Terpilih, Megawati Ingatkan Cakada PDIP Jangan Korupsi

Rabu, 12 Agustus 2020 - 12:10 WIB
loading...
Jika Terpilih, Megawati...
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan para Cakada partainya, agar tak melakukan tindak pidana korupsi bila nanti mereka terpilih. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan para calon kepala daerah (Cakada) partainya, agar tidak melakukan tindak pidana korupsi bila nanti mereka terpilih pada Pilkada Serentak yang digelar Desember mendatang.

(Baca juga: Langkah PDIP Umumkan Paslon Bertahap Strategi Menangkan Pilkada)

Hal ini dikatakan Megawati dalam arahannya saat pengumuman 75 calon kepala daerah yang diusung partai itu di Pilkada Serentak 2020 secara virtual, di Jakarta, Selasa 11 Agustus 2020.

(Baca juga: Megawati Minta 75 Cakada PDIP Ikuti Cara Kepemimpinan Bung Karno)

"Saya sampaikan agar pasangan calon PDIP tidak berpikir sempit hanya untuk kepentingan dirinya sendiri. Kalau Anda ingin korupsi, semakin disembunyikan suatu saat nanti pasti akan kelihatan," kata Megawati, Rabu (12/8/2020).

(Baca juga: Sistem Ganjil Genap Selama 24 Jam Picu Kontroversi)

Megawati juga mengingatkan, agar Cakada memahami arti menjadi pemimpin yang baik bagi daerahnya, karena partainya tidak main-main dalam memberikan rekomendasi.

"Apakah hanya untuk mengikuti nafsu yang namanya keserakahan, hanya untuk mencari kekuasaan, hanya untuk mencari uang? Melupakan dengan susah payah, saudara sekalian itu akan diperjuangkan dan dipilih langsung oleh rakyat," ujarnya.

Oleh karena itu, Megawati meminta kepada para cakada agar tidak melecehkan rekomendasi yang diberikannya untuk maju dalam Pilkada Serentak 2020.

"Kami meluluskannya untuk menjadi kepala daerah itu berjenjang, sangat lama, untuk mendengarkan aspirasi rakyat. Alangkah sayangnya jika kalian yang saya berikan rekomendasi melecehkan rekomendasi saya setelah jadi," ucapnya.

Megawati juga meminta agar Cakada PDIP menjadi seorang patriot sekaligus memiliki kemampuan dalam mengelola pemerintahan.

"Pemimpin mumpuni ini punya beberapa hal yaitu patriotisme. Patriotisme adalah nasionalis, rasa kebanggaan. Lalu dedikasi. Itu yang saya tanyakan. Kamu mau jadi bupati, wali kota, gubernur maunya apa? Mau cari duit nanti?," kata Megawati

Selain itu menurutnya, kepala daerah harus punya kemampuan melaksanakan pemerintahan. Menurutnya, pemimpin yang mumpuni adalah pemimpin yang kokoh dalam menjalankan Pancasila sebagai jiwa dasar dan tujuan dari seluruh kebijakan politik yang diambil.

"Mereka sosok yang memahami tata pemerintahan yang baik. Tadi barusan saya sebut tata pemerintahan. Jadi bukan tidak ada aturannya," ucap Megawati.

Presiden RI kelima itu juga mengingatkan, agar para cakada harus bisa menjadi pemimpin yang mengerti bagaimana seni memimpin birokrasi. Megawati mengatakan, banyak yang kerap menyampaikan periode pemerintahannya sebagai success story. Dan itu bisa terjadi karena Megawati memahami benar bagaimana manajemen birokrasi.

"Saya bilang jangan lupa ada satu bagian dari tata kelola pemerintahan yang tidak berganti. Apa itu? Namanya ASN, PNS, dia terus menerus menjalankan roda tata pemerintahan," ujarnya.

Bagi para calon kepala daerah yang belum berpengalaman, Megawati meminta agar mereka bekerja lebih keras untuk memahami tata pemerintahan itu. Mereka diharapkan tak malu bertanya mengenai perundang-undangan maupun hal lainnya.

Oleh karena itu, tambah dia, PDIP akan menyelenggarakan sekolah calon kepala daerah yang mengajarkan tentang seni memimpin birokrasi, mengerti aspek perencanaan kebijakan dan menjalankannya melalui kepemimpinan yang efektif. "Ikuti sekolah partai itu dengan baik," kata Megawati.

Dia juga meminta agar tiap pasangan calon juga menjaga soliditasnya jika sudah terpilih. "PDIP tak mau, ketika sudah terpilih, kepala daerah dan wakilnya justru ribut sendiri. Seringkali kalau sudah jadi, malah lupa diri. Entah bagaimana, apa yang bupatinya, apa wakil bupatinya, atau kebalikannya antara kedua ini, bukannya bekerja sama dengan solid, tetapi sudah mulai pecah," ujar Megawati.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Qodari Ungkap Makna...
Qodari Ungkap Makna Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila
Momen Prabowo Bincang...
Momen Prabowo Bincang dengan Megawati, Gibran, hingga JK saat Hari Lahir Pancasila
Jokowi Tak Hadir di...
Jokowi Tak Hadir di Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ternyata Ini Alasannya
Momen Hangat Prabowo-Megawati,...
Momen Hangat Prabowo-Megawati, Tertawa hingga Bergandeng Tangan
Prabowo, Megawati Hadiri...
Prabowo, Megawati Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, SBY dan Jokowi Tak Terlihat
Prabowo Pimpin Upacara...
Prabowo Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
Dua Legislator PDIP...
Dua Legislator PDIP Desak Kementerian PU Tegur Kontraktor Sekolah Rakyat di Muncar
Gubernur Pramono Anung...
Gubernur Pramono Anung Bersama Megawati Resmikan Taman Bendera Pusaka
14 Gelar Kehormatan...
14 Gelar Kehormatan Megawati, dari Waseda Jepang hingga Kampus Wanita Terbesar di Dunia
Rekomendasi
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
3 Negara Paling Sengsara...
3 Negara Paling Sengsara Jika Iran Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved