Pemilih Bimbang Tinggi Capai 70%, Direktur IPE: Warga Takut Disurvei, Khawatir Bansos Dihentikan
Jum'at, 26 Januari 2024 - 14:16 WIB
loading...
Warga Pulau Panggang menerima beras bantuan sosial yang disalurkan oleh pekerja Pos dan Giro di Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta, Senin (2/8/2021). Foto/Sutikno
A
A
A
JAKARTA - Direktur Riset dan Survei Indonesia Political Expert (IPE) Agustanto Suprayoghi mengungkapkan jumlah pemilih bimbang atau undecided voters masih tinggi berkisar 24% hingga 70% menjelang pemungutan suara pada 14 Februari 2024. Bahkan, Agus mengungkapkan elektabilitas pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) jelang pilpres tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.
Agus menyebut beberapa faktor yang menyebabkan tingginya angka undecided voters jelang pemungutan suara pada 14 Februari 2024, karena ada intervensi aparatur terhadap metode pengambilan sampel di lapangan. Kemudian, ada ketakutan dari responden bila mengisi lembar jawaban sesuai keinginan mereka, maka bantuan sosial ( bansos ) seperti Program Keluarga Harapan (PKH) akan berkurang atau dicabut.
“Ada ketakutan dari responden, mereka takut memberi jawaban sesuai yang diinginkan sehingga tidak memberi jawaban, bahkan beberapa sampel desa diganti. Ini menandakan di antara aparatur di level desa masih ada yang pikiran waras dan tidak sepakat dengan apa yang diinstruksikan atasan,” ujar Agus merespons hasil survei lembaga Indopol Survei, Jumat (26/1/2024).
Baca juga: Jokowi Minta Bansos Diteruskan dan Tepat Sasaran
Agus menyebut beberapa faktor yang menyebabkan tingginya angka undecided voters jelang pemungutan suara pada 14 Februari 2024, karena ada intervensi aparatur terhadap metode pengambilan sampel di lapangan. Kemudian, ada ketakutan dari responden bila mengisi lembar jawaban sesuai keinginan mereka, maka bantuan sosial ( bansos ) seperti Program Keluarga Harapan (PKH) akan berkurang atau dicabut.
“Ada ketakutan dari responden, mereka takut memberi jawaban sesuai yang diinginkan sehingga tidak memberi jawaban, bahkan beberapa sampel desa diganti. Ini menandakan di antara aparatur di level desa masih ada yang pikiran waras dan tidak sepakat dengan apa yang diinstruksikan atasan,” ujar Agus merespons hasil survei lembaga Indopol Survei, Jumat (26/1/2024).
Baca juga: Jokowi Minta Bansos Diteruskan dan Tepat Sasaran
Lihat Juga :