Kepala BKKBN Berikan Strategi Jitu Turunkan Stunting ke Bupati Nias Barat
Kamis, 25 Januari 2024 - 19:37 WIB
loading...
A
A
A
Jamban dan rumah tidak layak huni juga banyak terdapat di tiga kecamatan tersebut. Hasto berharap Pemkab Nias Barat mengusulkan program ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera dilakukan perbaikan di tiga kecamatan tersebut. “Biasanya sering diare karena air tidak bersih. Begitu berat badan naik, pasti turun lagi karena diare.Faktor air bersih penting sekali," katanya.
Faktor lain yang memengaruhi stunting adalah 4 Terlalu yaitu Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, dan Terlalu Banyak anak. “Potret di Nias Barat, yang jumlah anaknya banyak masih lebih banyak," ucapnya.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Nias Barat juga menyampaikan beberapa capaian program dalam upaya menurunkan stunting di Nias Barat yang prevalensinya 29,4 (SSGI 2022).
Upaya tersebut berupa Sosialisasi Kegiatan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), kegiatan Minilok di delapan kecamatan, kegiatan Audit Kasus Stunting di seluruh sasaran 105 desa, kegiatan Koordinasi Lintas Sektor yang diikuti Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kabupaten, kecamatan dan desa.
Selain itu, pengadaan BKB KIT Stunting 20 unit, operasional pelaksanaan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di 37 desa, operasional TPK berupa pulsa untuk 315 orang, operasional Pendamping Sasaran Penurunan Stunting di 105 desa di Kabupaten Nias Barat.
Kepala BKKBN mengapresiasi berbagai upaya Bupati Nias Barat karena sudah menyerap anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) dengan baik. “Kita tetap kerja keras menuju target stunting 14% di 2024,“ katanya.
Faktor lain yang memengaruhi stunting adalah 4 Terlalu yaitu Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, dan Terlalu Banyak anak. “Potret di Nias Barat, yang jumlah anaknya banyak masih lebih banyak," ucapnya.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Nias Barat juga menyampaikan beberapa capaian program dalam upaya menurunkan stunting di Nias Barat yang prevalensinya 29,4 (SSGI 2022).
Upaya tersebut berupa Sosialisasi Kegiatan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), kegiatan Minilok di delapan kecamatan, kegiatan Audit Kasus Stunting di seluruh sasaran 105 desa, kegiatan Koordinasi Lintas Sektor yang diikuti Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kabupaten, kecamatan dan desa.
Selain itu, pengadaan BKB KIT Stunting 20 unit, operasional pelaksanaan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di 37 desa, operasional TPK berupa pulsa untuk 315 orang, operasional Pendamping Sasaran Penurunan Stunting di 105 desa di Kabupaten Nias Barat.
Kepala BKKBN mengapresiasi berbagai upaya Bupati Nias Barat karena sudah menyerap anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) dengan baik. “Kita tetap kerja keras menuju target stunting 14% di 2024,“ katanya.
(cip)
Lihat Juga :