Resah dengan Omongan Jokowi, Pandji Pragiwaksono Ingatkan Peristiwa Lengsernya Richard Nixon

Kamis, 25 Januari 2024 - 13:21 WIB
loading...
Resah dengan Omongan...
Komika Pandji Pragiwaksono mengaku resah mendengar pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal presiden boleh berkampanye dan memihak asalkan tidak menggunakan fasilitas negara. Foto/Tangkapan layar YouTube Pandji Pragiwaksono
A A A
JAKARTA - Komika Pandji Pragiwaksono mengaku resah mendengar pernyataan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) soal presiden boleh berkampanye dan memihak asalkan tidak menggunakan fasilitas negara. Keresahannya itu disampaikan dalam Video Terbuka untuk Presiden Joko Widodo yang diunggah di kanal YouTube Pandji Pragiwaksono , Kamis (25/1/2024).

“Bapak mengatakan itu sambil senyum dengan sangat yakin, dengan salah satu paslon (Prabowo Subianto, red) di belakang bapak yang juga ngangguk-ngangguk membenarkan ucapan Bapak. Nah ini letak keresahan saya,” kata Pandji.

Menurut Pandji, Jokowi yakin tidak melanggar apa pun aturan mengucapkan hal tersebut. Selanjutnya, Pandji mengingatkan peristiwa lengsernya Presiden ke-37 Amerika Serikat pada 9 Agustus 1974 karena skandal Watergate. “Kita memang bukan di eranya Richard Nixon ya pak ya,” tuturnya.

Baca juga: Jokowi Panen Kritik, Istana: Presiden-presiden Sebelumnya juga Ikut Berkampanye



Kemudian, dia mengingatkan kalimat kontroversial yang pernah diucapkan Nixon. “When the President does it, that means it's not illegal, seorang Presiden Amerika Serikat bilang maksud saya kalau presiden yang lakuin itu enggak ilegal, itulah pada akhirnya mengapa Richard Nixon diturunkan. Kita bukan di situ lagi ya pak,” imbuhnya.

Pandji yakin Jokowi tidak akan melanggar hukum atau aturan sebagai presiden. “Yang lebih mungkin adalah, daripada melanggar itu aturan, aturannya diganti dulu. Seperti yang terjadi dengan aturan batas usia seseorang bisa menjadi wakil presiden, hasil MK-nya mengatakan boleh selama pernah jadi kepala daerah,” tuturnya.

Sebelumnya, pihak Istana Kepresidenan buka suara menanggapi banyaknya kritikan terhadap pernyataan Jokowi soal presiden boleh berkampanye dan memihak. “Pernyataan Bapak Presiden di Halim, Rabu 24/01/2024 telah banyak disalahartikan. Apa yang disampaikan oleh presiden dalam konteks menjawab pertanyaan media tentang menteri yang ikut tim sukses,” kata Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana dalam keterangannya, Kamis (25/1/2024).

Ari mengatakan bahwa pernyataan Presiden Jokowi tersebut merespons penjelasan terutama terkait aturan dalam berdemokrasi bagi menteri maupun presiden. "Dalam pandangan presiden, sebagaimana diatur dalam Pasal 281 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, bahwa kampanye pemilu boleh mengikutsertakan presiden, wakil presiden, menteri, dan juga kepala daerah dan wakil kepala daerah. Artinya, presiden boleh berkampanye. Ini jelas ditegaskan dalam UU," jelasnya.

Ari pun memberikan contoh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga ikut berkampanye untuk memenangkan partai politik masing-masing. "Presiden-presiden sebelumnya, mulai Presiden ke-5 dan ke-6, yang juga memiliki preferensi politik yang jelas dengan partai politik yang didukungnya dan ikut berkampanye untuk memenangkan partai yang didukungnya," jelasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
Prabowo Ucapkan Terima...
Prabowo Ucapkan Terima Kasih Dikritik PDIP, Dasco: Keluar dari Lubuk Hati Paling Dalam
Prabowo: Pilu Hati Saya,...
Prabowo: Pilu Hati Saya, Anggota PDIP Kadang-kadang Kritiknya Keras Banget
Hasto PDIP Soroti Fenomena...
Hasto PDIP Soroti Fenomena Kritik Dibalas Laporan ke Polisi
Kritik Saiful Mujani,...
Kritik Saiful Mujani, Asosiasi Presisi: Berpotensi Rusak Kepercayaan Publik pada Riset
Aktivis Kontras Disiram...
Aktivis Kontras Disiram Air Keras, Anies Sebut Kritik Bukan Ancaman
Crowyokan by Pandji...
Crowyokan by Pandji Pragiwaksono Kini Bisa Ditonton Lewat Live Streaming di RCTI+
Sempat Tegang, Pertemuan...
Sempat Tegang, Pertemuan Pandji Pragiwaksono dan Novel Bamukmin Berakhir dengan Tawa
Novel Bamukmin: Komika...
Novel Bamukmin: Komika Pandji Pragiwaksono Sudah Sampaikan Maafnya secara Tertutup
Rekomendasi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved