Anggaran Daerah Masih Mengendap di Bank, Pemda Harus Peka Krisis
Rabu, 12 Agustus 2020 - 09:32 WIB
loading...
A
A
A
Untuk provinsi lain realisasi belanjanya masih di bawah rata-rata nasional. Bali 47,03%, Kepulauan Riau 43,97%, NTT 43,81%, Banten 43,76%, Kalimantan Tengah 41,94%, Kalimantan Utara 41,87%, dan Maluku 40,60%. Bangka Belitung 39,68%, Sulawesi Utara 38,81%, DI Yogyakarta 38,39%, Papua Barat 37,72%, Jawa Timur 37,46%, Sulawesi Tengah 36,59%, Bengkulu 35,63%, Riau 34,92%. (Lihat videonya: Meneguk Sejarah Panjang Indonesia Dalam Secangkir Kopi)
Realisasi belanja Kalimantan Timur 34,43%, Sumatera Utara 34,02%, Sumatera Selatan 32,96, Jawa Tengah 32,69%, Lampung 31,77%, Jawa Barat 31,38%, NTB 30,70%, Aceh 30,09, Sulawesi Barat 29,12. Kemudian Maluku Utara 28,98, Kalimantan Barat 25,98%, Jambi 25,91%, Sulawesi Tenggara 24,56%, Papua 21,57%.
Tito mengingatkan agar realisasi anggaran terus dimaksimalkan agar dapat menggenjot pemulihan ekonomi nasional. “Realisasi diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi. Karena dalam keadaan yang terkontraksi, ekonomi maupun keuangan, belanja pemerintah menjadi sumber utama. Jika uang tidak beredar karena tidak direalisasikan maka akan sulit mendukung pemulihan ekonomi,” katanya. (Kunthi Fahmar Sandy/Dita Angga Rusiana)
Realisasi belanja Kalimantan Timur 34,43%, Sumatera Utara 34,02%, Sumatera Selatan 32,96, Jawa Tengah 32,69%, Lampung 31,77%, Jawa Barat 31,38%, NTB 30,70%, Aceh 30,09, Sulawesi Barat 29,12. Kemudian Maluku Utara 28,98, Kalimantan Barat 25,98%, Jambi 25,91%, Sulawesi Tenggara 24,56%, Papua 21,57%.
Tito mengingatkan agar realisasi anggaran terus dimaksimalkan agar dapat menggenjot pemulihan ekonomi nasional. “Realisasi diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi. Karena dalam keadaan yang terkontraksi, ekonomi maupun keuangan, belanja pemerintah menjadi sumber utama. Jika uang tidak beredar karena tidak direalisasikan maka akan sulit mendukung pemulihan ekonomi,” katanya. (Kunthi Fahmar Sandy/Dita Angga Rusiana)
(ysw)
Lihat Juga :