Tepis Pernyataan Gibran, Politikus PDIP Beberkan Data Impor Beras yang Benar
Selasa, 23 Januari 2024 - 14:38 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau impor beras dikaitkan dengan bencana el nino, tentu tidak relevan. Bahwa benar pada tahun 2023 lalu Indonesia mengalami el nino, musim kering yang agak panjang, namun masa ini berlangsung kurang dari 4 bulan dan memang ada kebutuhan untuk menutup pasokan kebutuhan beras dalam negeri sebagai cadangan bila persawahan ada gagal panen," kata Said Abdullah dalam keterangannya, Selasa (23/1/2024).
Yang menjadi pertanyaan, kata Said Abdullah, apakah gagal panen yang terjadi membuat kebutuhan impor beras mencapai 3,06 juta ton pada 2023? Jika merujuk data BPS 2022, produksi Gabah Kering Giling (GKG) mencapai 54,75 juta ton, sementara data per Oktober 2023, produksi GKG mencapai 53,63 juta ton. Data tersebut belum ditambahkan perhitungannya sampai Desember 2023, yang sangat besar kemungkinannya bertambah dari data yang rilis terakhir BPS.
"Data BPS juga mengungkapkan produksi beras pada tahun 2022, 31,5 juta ton dan periode Januari-Oktober 2023 mencapai 30,9 juta ton. Sangat mungkin ada perubahan data produksi beras sampai Desember 2023," kata Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR ini.
Baca juga: Respons Harga Beras Mahal, Ganjar: Pangan Jangan Diliberalisasi, Kembalikan Fungsi Bulog
Karena itu, Said memandang sangat tidak tepat jika el nino dijadikan alasan untuk melakukan impor beras dengan skala massif, terbesar dalam sejarah Republik Indonesia. Ketua DPD PDIP Jawa Timur ini melihat ada indikasi ketidakwajaran dalam hal besarnya volume impor beras pada 2023.
Yang menjadi pertanyaan, kata Said Abdullah, apakah gagal panen yang terjadi membuat kebutuhan impor beras mencapai 3,06 juta ton pada 2023? Jika merujuk data BPS 2022, produksi Gabah Kering Giling (GKG) mencapai 54,75 juta ton, sementara data per Oktober 2023, produksi GKG mencapai 53,63 juta ton. Data tersebut belum ditambahkan perhitungannya sampai Desember 2023, yang sangat besar kemungkinannya bertambah dari data yang rilis terakhir BPS.
"Data BPS juga mengungkapkan produksi beras pada tahun 2022, 31,5 juta ton dan periode Januari-Oktober 2023 mencapai 30,9 juta ton. Sangat mungkin ada perubahan data produksi beras sampai Desember 2023," kata Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR ini.
Baca juga: Respons Harga Beras Mahal, Ganjar: Pangan Jangan Diliberalisasi, Kembalikan Fungsi Bulog
Karena itu, Said memandang sangat tidak tepat jika el nino dijadikan alasan untuk melakukan impor beras dengan skala massif, terbesar dalam sejarah Republik Indonesia. Ketua DPD PDIP Jawa Timur ini melihat ada indikasi ketidakwajaran dalam hal besarnya volume impor beras pada 2023.
Lihat Juga :