FormasNU Nilai Penampilan Gibran di Debat Cawapres Tak Miliki Tata Krama
Senin, 22 Januari 2024 - 23:16 WIB
loading...
A
A
A
“Sudah menjadi kesepakatan tidak boleh menggunakan singkatan. Kalau pakai singkatan atau terminologi asing harus dijelaskan dulu. Di debat cawapres pertama itu sudah dia gunakan untuk mensliding Cak Imin, tapi kenapa diulangi lagi? Ini berarti di alam bawah sadarnya hal seperti itu dianggap biasa,” ujar Gus Rauf yang juga menjabat Deputi Santri Milenial di Timnas Anies-Muhaimin.
Baca juga: Dinilai Ejek Mahfud MD, Gibran Rakabuming Dapat Sentimen Negatif Tertinggi
Forum debat, seharusnya fokus pada visi misi dan kebijakan dari masing-masing calon yang akan dipilih rakyat. “Bukan saling merendahkan dan mencibir, enggak panteslah. Dia lupa bahwa lawan dalam debat itu adalah teman dalam kompetisi berdemokrasi. Jadi kalau niatnya menjatuhkan lawan, itu sudah di luar akal sehat kita,” sesal Rauf.
Rauf menduga, perilaku minor Gibran tak lepas dari hasil didikan orang tua dan pengaruh pergaulan. “Bisa jadi ini cerminan didikan keluarga atau orang tuanya. Jokowi gagal mendidik anaknya. Di Jawa itu ada istilah anak polah bapa kepradah, kesalahan anak pasti dikaitkan kepada orang tuanya. Jadi orangtuanya ikut menanggung malu,” katanya.
Dengan nada menyindir, Gus Rauf mengaku dapat memahami tingkah Gibran yang jauh dari standar etika. Karena pencalonannya pun, tak lepas dari proses hukum di Mahkamah Konstitusi (MK) yang melanggar etik. “Sehingga ya hasilnya seperti ini,” katanya.
Baca juga: Dinilai Ejek Mahfud MD, Gibran Rakabuming Dapat Sentimen Negatif Tertinggi
Forum debat, seharusnya fokus pada visi misi dan kebijakan dari masing-masing calon yang akan dipilih rakyat. “Bukan saling merendahkan dan mencibir, enggak panteslah. Dia lupa bahwa lawan dalam debat itu adalah teman dalam kompetisi berdemokrasi. Jadi kalau niatnya menjatuhkan lawan, itu sudah di luar akal sehat kita,” sesal Rauf.
Rauf menduga, perilaku minor Gibran tak lepas dari hasil didikan orang tua dan pengaruh pergaulan. “Bisa jadi ini cerminan didikan keluarga atau orang tuanya. Jokowi gagal mendidik anaknya. Di Jawa itu ada istilah anak polah bapa kepradah, kesalahan anak pasti dikaitkan kepada orang tuanya. Jadi orangtuanya ikut menanggung malu,” katanya.
Dengan nada menyindir, Gus Rauf mengaku dapat memahami tingkah Gibran yang jauh dari standar etika. Karena pencalonannya pun, tak lepas dari proses hukum di Mahkamah Konstitusi (MK) yang melanggar etik. “Sehingga ya hasilnya seperti ini,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :