TPN Sebut Isu Reforma Agraria yang Disinggung Mahfud MD Lanjutkan Agenda Jokowi
Senin, 22 Januari 2024 - 17:26 WIB
loading...
A
A
A
"Bagaimana dengan isu reforma agraria? Reforma agraria dijelaskan oleh Pak Mahfud memang ada legalisasi kemudian ada redistribusi, reforma agraria juga mencakup restitusi atau pemulihan hak dan khusus agenda Ganjar-Mahfud ada penyelesaian konflik. Kenapa perlu itu? Karena negara kita itu memang mendapat warisan baik zaman Kolonial dan pemerintahan Orde Baru konflik agraria yang luar biasa," jelas Sandra.
Lebih lanjut, mantan Komisioner Komnas HAM itu menduga ada sekitar 6 ribu kasus setiap tahun perihal konflik agraria. Hal itu menambahkan data yang diungkap Mahfud MD saat debat cawapres bahwa ada sekitar 2.500 kasus konflik agraria.
Baca juga: Survei Litbang Kompas: Mahfud MD Paling Memuaskan di Debat Keempat Pilpres 2024
"Jadi kalau diikuti Pak Mahfud bilang sekitar 2.500 kasus itu yang dilaporkan ke Polhukam, di Komnas HAM setiap tahun kami menangani hampir 3.000 kasus bisa sebagian sama maupun lain. Ada yang ke BPN, ada yang ke LHK, ESDM, dan KSP jadi bayangkan saya menduga sekitar 6.000 kasus setiap tahun yang mungkin lebih dari separuhnya kasus yang tidak selesai puluhan tahun. Ada kasus sejak saya di Walhi sampai sekarang belum selesai, Toba Pulp Lestari misalnya di Sumatera Utara dan lain-lain," tuturnya.
Lebih lanjut, mantan Komisioner Komnas HAM itu menduga ada sekitar 6 ribu kasus setiap tahun perihal konflik agraria. Hal itu menambahkan data yang diungkap Mahfud MD saat debat cawapres bahwa ada sekitar 2.500 kasus konflik agraria.
Baca juga: Survei Litbang Kompas: Mahfud MD Paling Memuaskan di Debat Keempat Pilpres 2024
"Jadi kalau diikuti Pak Mahfud bilang sekitar 2.500 kasus itu yang dilaporkan ke Polhukam, di Komnas HAM setiap tahun kami menangani hampir 3.000 kasus bisa sebagian sama maupun lain. Ada yang ke BPN, ada yang ke LHK, ESDM, dan KSP jadi bayangkan saya menduga sekitar 6.000 kasus setiap tahun yang mungkin lebih dari separuhnya kasus yang tidak selesai puluhan tahun. Ada kasus sejak saya di Walhi sampai sekarang belum selesai, Toba Pulp Lestari misalnya di Sumatera Utara dan lain-lain," tuturnya.
(kri)
Lihat Juga :