Pentingnya Manajemen Lembaga Riset di Indonesia

Rabu, 12 Agustus 2020 - 06:52 WIB
loading...
A A A
Sepanjang pandemi Covid-19 misalnya, cerita dan berita terkait kontribusi para peneliti, dokter, tenaga kesehatan, tenaga pendukung kesehatan, dan SDM pendukung ilmu pengetahuan dan teknologi lainnya viral di masyarakat. Ini membuktikan kepercayaan publik terhadap dedikasi, kontribusi, kemandirian, dan perhatian terhadap riset dan inovasi telah terbangun.

Berdasarkan pendapat Stahl dan Sitkin (2005) dan Aula dan Tienari (2011), reputasi bagaikan refleksi kepercayaan publik terhadap institusi. Reputasi merupakan aset tak berwujud yang dibentuk dari sikap, etika, dan prestasi. Ketiga unsur yang dibangun tersebut terimplementasikan salah satunya dalam pelaksanaan prosedur penelitian dan pemanfaatan inovasi bagi publik.

Contohnya, sesuai arahan Wakil Presiden Republik Indonesia dalam Hakteknas, bahwa inovasi tidak mudah dan harus melewati banyak tahap seperti proses sertifikasi, uji klinis (jika berkaitan dengan obat-obatan), izin produksi, dan izin edar. Keseluruhan proses tersebut mencerminkan sikap, etika, dan prestasi yang berpengaruh kepada kepercayaan publik terhadap hasil riset dan inovasi Indonesia.

Public trust (kepercayaan publik) adalah energi yang besar dalam sebuah reputasi organisasi. Untuk itu, butuh usaha yang serius dalam membangun kepercayaan publik. Dunia riset di Indonesia telah mulai membangunnya sejak pertama kali Indonesia berhasil menerbangkan pesawat N250, pesawat terbang asli rancangan dalam negeri. Saat itu, Indonesia berhasil membuktikan adanya kemajuan teknologi dalam hal transportasi.

Menristek/BRIN dalam perhelatan Hakteknas kemarin mengaskan bahwa teknologi harus memberikan kenyamanan di bidang riset ketahanan nasional, membuktikan menjadi katalisator, dan mampu menjadi esensi bukan sekadar narasi. Pesan kunci "Iptek sebagai solusi" yang disampaikan melalui Hakteknas merupakan langkah komunikasi sains yang apik.

Sejumlah pakar mengakui, untuk mewujudkan reputasi yang baik, rumus yang tepat adalah menempatkan komunikasi di antaranya. Komunikasi juga harus terus mengawal setiap proses tahapan manajemen riset. Berkomunikasi membutuhkan kematangan perencanaan dan kebijakan dalam menyampaikan pesan. Berkomunikasi bukan hanya bicara.

Reputasi adalah tujuan akhir organisasi. Kemajuan dan kemandirian riset harus dikomunikasikan dengan kemasan yang baik agar kredibilitasnya diyakini dan dipercaya oleh publik. Komunikasi dalam manajemen riset berdampak pada reputasi suatu lembaga riset. Untuk mencapainya, butuh komunikasi yang baik.
(ras)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Berita Terkini
AHY Serahkan Penentuan...
AHY Serahkan Penentuan Logo HUT ke-25 Partai Demokrat ke Publik, Ini Alasannya
Menteri LH Jumhur Hidayat...
Menteri LH Jumhur Hidayat Berharap Ada Moratorium Penebangan Hutan
Nonton Prambanan Jazz...
Nonton Prambanan Jazz Festival Makin Seru, Nikmati Promo dan Kemudahan Transaksi dari BRI!
Kemenhaj Siapkan Manasik...
Kemenhaj Siapkan Manasik Kesehatan untuk Jemaah Haji 2027
Brigjen LMI Jadi Tersangka...
Brigjen LMI Jadi Tersangka Korupsi MBG, Qodari: Hukum Harus Tegak Tanpa Pandang Bulu
PDIP Balas PSI yang...
PDIP Balas PSI yang Ingin Jadikan Jateng 'Kandang Gajah': Jangan Terlalu Sombong!
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved