Soal Mundurnya Maruarar Sirait dari PDIP, Ini Kata Pengamat

Jum'at, 19 Januari 2024 - 10:15 WIB
loading...
Soal Mundurnya Maruarar...
Hengkangnya Maruarar Sirait dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 menimbulkan banyak pertanyaan. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Hengkangnya Maruarar Sirait dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 menimbulkan banyak pertanyaan.

Pengamat Politik dari Aljabar Strategic, Arifki Chaniago menilai salah satu alasan hengkangnya Ara panggilan akrab Maruarar yakni karena ketidakpuasan politikus muda terhadap partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut.

Baca juga: Profil Maruarar Sirait yang Keluar dari PDIP untuk Mengikuti Jokowi

“Hal ini (ketidakpuasan terhadap PDIP) mungkin saja menjadi salah satu alasannya,” ujar Arifki saat dihubungi, Kamis (18/1).

Arifki menuturkan hengkangnya Ara merupakan kekecewaan karena tokoh muda tidak memiliki ruang-ruang strategis di partai berlogo banteng tersebut. Sehingga Ara memilih untuk hengkang dari PDIP.

Terlebih, Ara bukan satu-satunya tokoh muda PDIP yang telah menyatakan mundur. Terdapat tokoh muda lainnya yakni Budiman Sudjatmiko yang memilih membela pasangan Capres dan Cawapres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Arifki melihat hal ini semakin membuat PDIP kesulitan untuk meraup lebih banyak suara. Karena secara langsung PDIP kehilangan para politisi muda yang memiliki jam terbang dan loyalitas tinggi pada partai.

“Secara kompetensi dan jam terbang (Ara dan Budiman) sangat luas,” ungkap Arifki.

Diberitakan sebelumnya, Ara memutuskan keluar dari PDIP. Dia menyambangi Kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat pada Senin 15 januari 2024 lalu.

"Saya ucapkan terima kasih ke Bu Mega, sudah izinkan saya berbakti kepada PDIP. Dan saya berdiskusi dengan keluarga terdekat. Saya memutuskan untuk pamit dari PDIP hari ini," kata Ara.

Ara menyampaikan dirinya memilih untuk tegak lurus dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Karena menurutnya, Jokowi adalah pemimpin yang sangat dicintai oleh rakyat.

Hal ini dibuktikan dengan berbagai temuan lembaga survei yang menyebut bahwa kepercayaan publik terhadap mantan Wali Kota Solo itu mencapai 75-80%. Maka dengan adanya temuan tersebut, Ara meyakini Jokowi adalah pemimpin yang patut untuk diikuti jejak politiknya.

Baca juga: Maruarar Sirait Tinggalkan PDIP, Ganjar Pranowo: Itu Hak Dia

Diketahui, Ara menjadi kader PDIP sejak tahun 1999. Jejaknya mengikuti karier sang ayah, Sabam Sirait yang telah lama menjadi kader PDI.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
PDIP: UU Polri Harus...
PDIP: UU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Dadan Hindayana Tersangka...
Dadan Hindayana Tersangka Dugaan Korupsi MBG, PDIP Minta Pengawasan Diperketat
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Rekomendasi
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke BWF World Championships 2026
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved