Ada Sentimen Negatif pada Paslon Nomor Urut 2, TPN Ganjar-Mahfud Yakin Pilpres 2024 Dua Putaran
Kamis, 18 Januari 2024 - 20:03 WIB
loading...
Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud meyakini Pilpres 2024 bakal berlangsung dua putaran. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Tim Pemenangan Nasional ( TPN) Ganjar-Mahfud meyakini Pilpres 2024 bakal berlangsung dua putaran. Keyakinan semakin mantap setelah melihat sentimen negatif publik terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto meyakini pemilu tak akan berjalan satu putaran. Hal itu dilihat dari sentimen publik yang diperoleh dari hasil media analytics internalnya.
"Kalau dilihat dari media analytics tidak mungkin pemilu itu satu putaran, cenderung pemilu itu mengarah ke dua putaran dan sebetulnya persaingan antara 01, 02, 03 itu sangat ketat," kata Andi di Program iNews Sore, Kamis (18/1/2024).
Sentimen positif publik, kata Andi, justru dilayangkan kepada paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Disusul pasangan nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
"Kalau sekarang dilihat dari exposure, engagement kalau dibandingkan sentimen yang terkuat 03. Jadi urutannya, 03, 01, 02," kata Andi.
Sebelumnya, Andi menilai sentimen negatif publik terhadap Prabowo terbilang besar. Apalagi, setelah ada peringatan 17 tahun Aksi Kamisan hari ini.
Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto meyakini pemilu tak akan berjalan satu putaran. Hal itu dilihat dari sentimen publik yang diperoleh dari hasil media analytics internalnya.
"Kalau dilihat dari media analytics tidak mungkin pemilu itu satu putaran, cenderung pemilu itu mengarah ke dua putaran dan sebetulnya persaingan antara 01, 02, 03 itu sangat ketat," kata Andi di Program iNews Sore, Kamis (18/1/2024).
Sentimen positif publik, kata Andi, justru dilayangkan kepada paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Disusul pasangan nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
"Kalau sekarang dilihat dari exposure, engagement kalau dibandingkan sentimen yang terkuat 03. Jadi urutannya, 03, 01, 02," kata Andi.
Sebelumnya, Andi menilai sentimen negatif publik terhadap Prabowo terbilang besar. Apalagi, setelah ada peringatan 17 tahun Aksi Kamisan hari ini.
Lihat Juga :