Arsjad, Sandi, hingga Alam Paparkan Potensi Ekonomi Kreatif di Indonesia
Senin, 15 Januari 2024 - 22:19 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ganjar Akan Siapkan Creative Hub sebagai Penopang Ekonomi Kreatif
"Potensi pasar eSports itu sangat besar, di ASEAN, industri eSports ada 270 juta, hampir separuhnya adalah masyarakat Indonesia, ini harus kita dorong agar tidak jadi market saja tapi turut berpartisipasi secara aktif," katanya.
Alam meyakini banyak talenta baru yang terus bermunculan, sehingga perlu diimbangi dengan pengembangan ekosistem yang berkelanjutan. "Karena ekosistem ini yang jadi magnet bagaimana perputaran ekosistem itu tumbuh dan akhirnya banyak orang yang fokus menggeluti industri tersebut," ujarnya.
Untuk diketahui, di balik potensinya yang besar, industri kreatif Indonesia masih memiliki tantangan, di antaranya soal perlindungan untuk pekerja kreatif, hak cipta dan royalti, informasi dan akses ekspor hingga skill kewirausahaan. Dengan demikian, perlunya keterlibatan dan keberpihakan pemerintah dalam memprioritaskan tujuan pembangunan di sektor tersebut.
Perlunya pemimpin yang mau bergerak cepat menjawab tantangan tersebut, sehingga peluang bonus demografi di depan mata mampu dioptimalkan.
"Potensi pasar eSports itu sangat besar, di ASEAN, industri eSports ada 270 juta, hampir separuhnya adalah masyarakat Indonesia, ini harus kita dorong agar tidak jadi market saja tapi turut berpartisipasi secara aktif," katanya.
Alam meyakini banyak talenta baru yang terus bermunculan, sehingga perlu diimbangi dengan pengembangan ekosistem yang berkelanjutan. "Karena ekosistem ini yang jadi magnet bagaimana perputaran ekosistem itu tumbuh dan akhirnya banyak orang yang fokus menggeluti industri tersebut," ujarnya.
Untuk diketahui, di balik potensinya yang besar, industri kreatif Indonesia masih memiliki tantangan, di antaranya soal perlindungan untuk pekerja kreatif, hak cipta dan royalti, informasi dan akses ekspor hingga skill kewirausahaan. Dengan demikian, perlunya keterlibatan dan keberpihakan pemerintah dalam memprioritaskan tujuan pembangunan di sektor tersebut.
Perlunya pemimpin yang mau bergerak cepat menjawab tantangan tersebut, sehingga peluang bonus demografi di depan mata mampu dioptimalkan.
(abd)
Lihat Juga :