alexametrics

Ketum MUI Sebut Sertifikasi Halal untuk Lindungi Umat

loading...
Ketum MUI Sebut Sertifikasi Halal untuk Lindungi Umat
Presiden Jokowi menyalami Ketua MUI KH Ma'ruf Amin saat dinobatkan sebagai guru besar bidang ilmu ekonomi muamalat syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (24/5/2017). Foto/SINDOnews/Yuswantoro
A+ A-
JAKARTA - Sertifikasi halal seharusnya sudah mulai diberikan kepada kalangan dunia usaha dan industri oleh Badan Penyelenggara Produk Jaminan Halal (BPH JPH) sesuai Undang-Undang (UU) JPH dan turunan UU yang lainnya.

Hal itu dikatakan Ketua Umum (Ketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin. Menurutnya, sehingga sertifikasi halal bisa melindungi umat dari produk yang tidak jelas.

"Dulu hanya MUI yang mengatur sepenuhnya, pembuatan sertifikat menjadi wajib dan pemerintah ikut melakukan penguatan hal ini, untuk mengawasi produk-produk yang tidak jelas," ujar Ma'ruf usai menjadi Keynote Speaker Seminar 'Mandatory Sertifikasi Halal oleh BPH JPH di Hotel Green Alia, Cikini, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Ma'ruf menegaskan, prinsip dalam pemberian atau labeling sertifikasi halal terhadap produk tertentu hanya ada dua yakni, halal dan haram. Menurutnya, meski ada badan yang dibentuk pemerintah untuk mengurusi hal ini, namun yang menentukan haram atau halal berada di MUI.

"Badan itu hanya menerima pendaftaran dan diproses oleh lembaga pemeriksa kemudian diserahkan ke MUI untuk di fatwa dan diserahkan untuk dikeluarkan sertifikat. Oleh karena itu, peran MUI sangat besar sekali," ungkapnya.

Rais Aam PBNU ini menambahkan, sejauh ini sertifikasi halal yang dikeluarkan MUI diakuinya telah menjadi acuan dunia, dan telah diadopsi lembaga-lembaga dunia dalam memberikan rekomendasi dan pengakuan kepada kalangan dunia usaha dan industri.

Ma'ruf menegaskan, pengakuan MUI, mempunyai dampak yang luas terhadap hasil produksi yang diakui di dunia. "Dan Indonesia mempunyai pasar besar, namun Indonesia kita ingin jangan hanya jadi pasar, tapi menguasai dunia dengan ekspor-ekspor produk halal kita," tandasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak