Airlangga Instruksikan Kader Menangkan Prabowo-Gibran dan Golkar di Bali
Sabtu, 13 Januari 2024 - 20:50 WIB
loading...
A
A
A
Airlangga menegaskan, semua kader dan simpatisan harus mengajak masyarakat untuk memilih angka dua di Pilpres 2024, dan angka 4 di Pileg 2024. "Tugas kita menangkan Prabowo-Gibran dan menangkan Partai Golkar. Kalau kita tidak menang saja DPR RI (di Bali) itu ada 2 kursi. Maka kalau menang wajib 3 kursi DPR RI," tuturnya.
"Itu baru namanya perubahan. Perubahan dari posisi Partai Golkar menjadi nomor 1, dan Prabowo-Gibran menang sekali putaran. Artinya Prabowo-Gibran harus menang di atas 50 persen dan Golkar di atas 20 persen," pungkasnya.
Ketua DPD Golkar Provinsi Bali Sugawa Korry menuturkan, tidak ada jalan lain bagi semua kader Golkar untuk menaati instruksi Airlangga memenangkan Prabowo-Gibran. Menurutnya, kemenangan Prabowo-Gibran artinya akan terjadi perubahan konstelasi politik di Bali, termasuk di Badung.
"Karena kehadiran Prabowo-Gibran adalah jawaban dari sebuah perubahan. Sejarah mencatat bahwa perubahan itu terjadi setiap 25 sampai 30 tahun," ujarnya.
Dia menuturkan, menghitung siklus 25 tahun sejak 1998 berarti 2024 menjadi momentum perubahan konstelasi politik. "Kalau kita hitung dari 1998 ke 2024, maka 25 tahun sudah di depan mata, artinya perubahan akan segera terjadi, Partai Golkar harus siap menjawabnya," tegasnya.
"Itu baru namanya perubahan. Perubahan dari posisi Partai Golkar menjadi nomor 1, dan Prabowo-Gibran menang sekali putaran. Artinya Prabowo-Gibran harus menang di atas 50 persen dan Golkar di atas 20 persen," pungkasnya.
Ketua DPD Golkar Provinsi Bali Sugawa Korry menuturkan, tidak ada jalan lain bagi semua kader Golkar untuk menaati instruksi Airlangga memenangkan Prabowo-Gibran. Menurutnya, kemenangan Prabowo-Gibran artinya akan terjadi perubahan konstelasi politik di Bali, termasuk di Badung.
"Karena kehadiran Prabowo-Gibran adalah jawaban dari sebuah perubahan. Sejarah mencatat bahwa perubahan itu terjadi setiap 25 sampai 30 tahun," ujarnya.
Dia menuturkan, menghitung siklus 25 tahun sejak 1998 berarti 2024 menjadi momentum perubahan konstelasi politik. "Kalau kita hitung dari 1998 ke 2024, maka 25 tahun sudah di depan mata, artinya perubahan akan segera terjadi, Partai Golkar harus siap menjawabnya," tegasnya.
Lihat Juga :