Analis: Estafet Kepemimpinan yang Diungkap Kapolri Masih Dalam Koridor Netralitas
Sabtu, 13 Januari 2024 - 14:09 WIB
loading...
Analis Intelijen, Pertahanan, dan Keamanan, Ngasiman Djoyonegoro menyebut ungkapan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo soal estafet kepemimpinan masih dalam koridor netralitas. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ungkapan estafet kepemimpinan yang disampaikan oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menuai polemik di publik. Sebagian pihak memaknai estafet kepemimpinan sebagai keberpihakan Kapolri terhadap salah satu pasangan capres-cawapres .
Analis Intelijen, Pertahanan, dan Keamanan, Ngasiman Djoyonegoro menyebut ungkapan Kapolri tersebut masih dalam koridor netralitas.
Baca juga: Begini Penjelasan Polri Terkait Pernyataan Kapolri Soal Estafet Kepemimpinan
“Konteksnya adalah Kapolri menyampaikan hal tersebut pada momentum perayaan dan ibadah Natal 2023. Itu tidak bisa dimaknai sebagai instruksi. Karo Penmas Polri juga sudah mengklarifikasi hal itu,” ujar pria yang akrab dipanggil Simon, Sabtu (13/1/2024).
Pria yang juga Rektor Institut Sains dan Teknologi al-Kamal itu menjelaskan tidak semua ungkapan Kapolri selalu dalam koridor pelaksanaan tugas. Ada konteks yang harus dibaca secara utuh.
Analis Intelijen, Pertahanan, dan Keamanan, Ngasiman Djoyonegoro menyebut ungkapan Kapolri tersebut masih dalam koridor netralitas.
Baca juga: Begini Penjelasan Polri Terkait Pernyataan Kapolri Soal Estafet Kepemimpinan
“Konteksnya adalah Kapolri menyampaikan hal tersebut pada momentum perayaan dan ibadah Natal 2023. Itu tidak bisa dimaknai sebagai instruksi. Karo Penmas Polri juga sudah mengklarifikasi hal itu,” ujar pria yang akrab dipanggil Simon, Sabtu (13/1/2024).
Pria yang juga Rektor Institut Sains dan Teknologi al-Kamal itu menjelaskan tidak semua ungkapan Kapolri selalu dalam koridor pelaksanaan tugas. Ada konteks yang harus dibaca secara utuh.
Lihat Juga :