Zaken Kabinet Bergantung pada Kekuatan Politik Partai Pendukung
Kamis, 11 Januari 2024 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
Zaken kabinet bisa dibentuk dengan memilih menteri berlatar profesional yang punya dukungan politik atau politisi yang ahli dalam bidang tertentu.
"Kalaupun dicari yang profesional biasanya punya dukungan politik. Banyak juga ahli profesional yang punya dukungan politik. Ada juga politisi yang ahli, expertise, berpengalaman juga. Bisa saja dari kombinasi golongan itu," katanya.
Kendati demikian, politik legislasi di Indonesia ternyata membutuhkan proses di Parlemen, sehingga dukungan politik sangat diperlukan untuk menggolkan sebuah produk legislatif. Cecep mengungkapkan, jika nantinya zaken kabinet terbentuk, maka yang diperlukan adalah partai pendukung pemerintah yang mumpuni untuk menjamin proses legislasi.
"Pengandaian yang lain sebenarnya partai pendukung mereka, agar prosesnya tidak terganggu, idealnya juga gabungan partai politik pendukung mereka juga bisa menguasai parlemen," katanya.
Selain itu, alat legislatif partai pendukung juga harus piawai dalam membangun komunikasi politik. "Untuk melahirkan politik legislasi mereka harus didukung oleh alat legislatif yang pandai membangun komunikasi politik, lobi dengan fraksi lain," ujarnya.
"Kalaupun dicari yang profesional biasanya punya dukungan politik. Banyak juga ahli profesional yang punya dukungan politik. Ada juga politisi yang ahli, expertise, berpengalaman juga. Bisa saja dari kombinasi golongan itu," katanya.
Kendati demikian, politik legislasi di Indonesia ternyata membutuhkan proses di Parlemen, sehingga dukungan politik sangat diperlukan untuk menggolkan sebuah produk legislatif. Cecep mengungkapkan, jika nantinya zaken kabinet terbentuk, maka yang diperlukan adalah partai pendukung pemerintah yang mumpuni untuk menjamin proses legislasi.
"Pengandaian yang lain sebenarnya partai pendukung mereka, agar prosesnya tidak terganggu, idealnya juga gabungan partai politik pendukung mereka juga bisa menguasai parlemen," katanya.
Selain itu, alat legislatif partai pendukung juga harus piawai dalam membangun komunikasi politik. "Untuk melahirkan politik legislasi mereka harus didukung oleh alat legislatif yang pandai membangun komunikasi politik, lobi dengan fraksi lain," ujarnya.
(abd)
Lihat Juga :