Soal Pengadaan 42 Jet Tempur Rafale, Perindo: Kita Butuh Pembaruan Bukan Jadi Museum Alutsista Negara Produsen
Kamis, 11 Januari 2024 - 12:46 WIB
loading...
A
A
A
”Sesuai hukum udara internasional, pemerintah Indonesia dan TNI AU wajib menyelenggarakan penegakan kedaulatan di wilayah udara, dan bahkan di wilayah ruang angkasa,” ujarnya.
Jumlah pesawat jet tempur yang akan dibeli juga masih dalam kategori minimal karena kalkulasinya hanya untuk beroperasi pada ruang udara di atas wilayah daratan dan lautan Indonesia.
Pengamat militer dan intelijen ini menambahkan, sebenarnya jika harga sesuai budget dan bukan hasil mark up untuk kepentingan politik serta sepanjang bermanfaat bagi kedaulatan NKRI hadirnya pesawat tempur ini tak jadi masalah. ”Kita butuh pembaruan Alutsista bukan menjadi museum bagi Alutsista negara produsen,” tegasnya.
Seperti diketahui, Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah mengefektifkan kontrak pengadaan tahap pertama pesawat tempur Rafale pada September 2022 sebanyak 6 pesawat. Kemudian, pada Agustus 2023, pengadaan tahap kedua aktif dengan jumlah 18 unit pesawat. Pengadaan ketiga aktif pada 8 Januari 2024 sebanyak 18 unit pesawat.
Dengan efektifnya kontrak ketiga ini, maka total 42 pesawat tempur Rafale akan memperkuat armada tempur TNI AU. Unit pertama pesawat tempur Rafale akan tiba di Tanah Air pada awal 2026.
Jumlah pesawat jet tempur yang akan dibeli juga masih dalam kategori minimal karena kalkulasinya hanya untuk beroperasi pada ruang udara di atas wilayah daratan dan lautan Indonesia.
Pengamat militer dan intelijen ini menambahkan, sebenarnya jika harga sesuai budget dan bukan hasil mark up untuk kepentingan politik serta sepanjang bermanfaat bagi kedaulatan NKRI hadirnya pesawat tempur ini tak jadi masalah. ”Kita butuh pembaruan Alutsista bukan menjadi museum bagi Alutsista negara produsen,” tegasnya.
Seperti diketahui, Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah mengefektifkan kontrak pengadaan tahap pertama pesawat tempur Rafale pada September 2022 sebanyak 6 pesawat. Kemudian, pada Agustus 2023, pengadaan tahap kedua aktif dengan jumlah 18 unit pesawat. Pengadaan ketiga aktif pada 8 Januari 2024 sebanyak 18 unit pesawat.
Dengan efektifnya kontrak ketiga ini, maka total 42 pesawat tempur Rafale akan memperkuat armada tempur TNI AU. Unit pertama pesawat tempur Rafale akan tiba di Tanah Air pada awal 2026.
(cip)
Lihat Juga :