Agar Tak Diremehkan Negara Lain, Pengamat Sebut Pertahanan Harus Jadi Prioritas
Selasa, 09 Januari 2024 - 19:12 WIB
loading...
A
A
A
"Dapat menghancurkan semua fondasi ekonomi, pendidikan, hukum, sosial yang dibangun. Peran Menhan Prabowo besar dalam menjaga stabilitas yang sudah dibangun Kabinet Jokowi ini," ungkapnya.
Wakil Bendahara Umum DPP KNPI ini menyampaikan, dengan 131.9 triliun anggaran Kemhan sebetulnya dibagi untuk lima instansi, Mabes TNI, AD, AU, dan AL, sedang Kemhan sendiri hanya 22.43 Triliun, terbesar di AD yang mendapat 55.26 T, yang dianggap sesuai dengan jumlah rasio personel tertinggi.
"Untuk alutsista sendiri rasio yang realistis hanya bisa ditempatkan pada angka 17 persen. Seperti halnya belanja pemerintah di Instansi lainya, terbesar tentu di berada pada unsur pegawai. Namun Pak Prabowo ini, dengan anggaran yang menyebar reformasi alusista bisa dibuat efisien dan meningkatkan value pertahanan negara kita," sebutnya.
Varhan juga mengingatkan, bahwa di masa Menhan Prabowo Indonesia menjadi negara dengan kekuatan militer nomor 1 di ASEAN.
"Nomor 13 di Dunia itu artinya kita diatas Ukraina, Australia, dan Iran. Jadi bukan semata-mata tentang perang atau tidak perang, namun dalam konsep Ketahanan Nasional bagaimana suatu Negara siap menghadapi Ancaman Tantangan Hambatan dan Gangguan (ATGH)," ungkap Alumni Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Magister Ketahanan Nasional, Universitas Indonesia ini.
Wakil Bendahara Umum DPP KNPI ini menyampaikan, dengan 131.9 triliun anggaran Kemhan sebetulnya dibagi untuk lima instansi, Mabes TNI, AD, AU, dan AL, sedang Kemhan sendiri hanya 22.43 Triliun, terbesar di AD yang mendapat 55.26 T, yang dianggap sesuai dengan jumlah rasio personel tertinggi.
"Untuk alutsista sendiri rasio yang realistis hanya bisa ditempatkan pada angka 17 persen. Seperti halnya belanja pemerintah di Instansi lainya, terbesar tentu di berada pada unsur pegawai. Namun Pak Prabowo ini, dengan anggaran yang menyebar reformasi alusista bisa dibuat efisien dan meningkatkan value pertahanan negara kita," sebutnya.
Varhan juga mengingatkan, bahwa di masa Menhan Prabowo Indonesia menjadi negara dengan kekuatan militer nomor 1 di ASEAN.
"Nomor 13 di Dunia itu artinya kita diatas Ukraina, Australia, dan Iran. Jadi bukan semata-mata tentang perang atau tidak perang, namun dalam konsep Ketahanan Nasional bagaimana suatu Negara siap menghadapi Ancaman Tantangan Hambatan dan Gangguan (ATGH)," ungkap Alumni Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Magister Ketahanan Nasional, Universitas Indonesia ini.
Lihat Juga :