Ketua Relawan Cogan: Ganjar Pilihan Terbaik untuk Memimpin Indonesia
Selasa, 09 Januari 2024 - 17:05 WIB
loading...
A
A
A
“Meski dirinya sipil dan bukan darah biru, tetapi dari pengalaman memimpin selama ini menunjukkan kualitas Ganjar. Dia bukan kaleng-kaleng untuk urusan itu,” katanya.
Maka itu, Pierre mengatakan bahwa Ganjar sangat layak menjadi pemimpin Indonesia lima tahun mendatang. Terutama bila melihat gagasannya tentang revitalisasi pertahanan, membangkitkan industri dalam negeri, politik luar negeri bebas aktif, dan komitmennya pada perdamaian kawasan.
"Saya melihat gagasan Ganjar untuk merevitalisasi pertahanan sakti 5.0, membangun kemandirian industri dalam negeri, mendorong perdamaian di Laut China Selatan, dan berkomitmen pada kemerdekaan Palestina adalah kebutuhan pemimpin Indonesia untuk menjadi negara yang disegani di dunia,” ungkapnya.
Pihaknya pun siap tempur untuk ikut mengantarkan Ganjar ke kursi RI-1. “Seratus persen kita harus siap tempur dan zero tolerance untuk kecelakaan alutsista. Kekuatan pertahanan Indonesia angkatan siber akan kita tingkatkan dan anggaran pertahanan hingga 2% dari PDB. Inilah komitmen kuat beliau untuk memajukan pertahanan dan keamanan Indonesia," pungkasnya.
Maka itu, Pierre mengatakan bahwa Ganjar sangat layak menjadi pemimpin Indonesia lima tahun mendatang. Terutama bila melihat gagasannya tentang revitalisasi pertahanan, membangkitkan industri dalam negeri, politik luar negeri bebas aktif, dan komitmennya pada perdamaian kawasan.
"Saya melihat gagasan Ganjar untuk merevitalisasi pertahanan sakti 5.0, membangun kemandirian industri dalam negeri, mendorong perdamaian di Laut China Selatan, dan berkomitmen pada kemerdekaan Palestina adalah kebutuhan pemimpin Indonesia untuk menjadi negara yang disegani di dunia,” ungkapnya.
Pihaknya pun siap tempur untuk ikut mengantarkan Ganjar ke kursi RI-1. “Seratus persen kita harus siap tempur dan zero tolerance untuk kecelakaan alutsista. Kekuatan pertahanan Indonesia angkatan siber akan kita tingkatkan dan anggaran pertahanan hingga 2% dari PDB. Inilah komitmen kuat beliau untuk memajukan pertahanan dan keamanan Indonesia," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :