Temui Warga Desa Kutukan Blora, Ganjar Dicurhati Masalah KUR dan BLT Tak Merata
Kamis, 04 Januari 2024 - 12:23 WIB
loading...
A
A
A
Ganjar menyampaikan hal itu setelah mendengarkan salah satu curhatan dari warga bernama Wagiam. Dia merupakan petani yang mempunya utang Rp11 juta di salah satu bank pelat merah. Wagiman terpaksa meminjam uang untuk mencukup kebutuhan hidup keluarga karena tak ada lagi penghasilan sejak musim kemarau panjang.
Baca juga: BAGAMA Kampanyekan Ganjar-Mahfud Lewat Pasar Murah di Tasikmalaya
"Istri saya buruh tani tanam padi saya kerja cangkul di sawah, sampai sekarang ini belum ada hujan yang basahi tanah itu. Bibit padi yang disebar mati semua," ujar dia.
Wagiman mengajukan pinjaman Rp 11 juta dengan cicilan per-bulannya Rp400.000 tiap bulan. Wagiman menyebut, sudah enam bulan pembayaran macet akibat kemarau panjang. "Sementara ini pihak bank datang ke rumah, katanya kalau enggak segera dibayar rumah mau disegel. Rumah sudah jelek sekali," ujar dia.
Warga lainnya, Sarti yang tinggal Desa Kutukan mengatakan dirinya tidak pernah mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT). "Saya mau tanya, pembagian BLT di sini merata atau tidak?" tanya Ganjar.
Baca juga: BAGAMA Kampanyekan Ganjar-Mahfud Lewat Pasar Murah di Tasikmalaya
"Istri saya buruh tani tanam padi saya kerja cangkul di sawah, sampai sekarang ini belum ada hujan yang basahi tanah itu. Bibit padi yang disebar mati semua," ujar dia.
Wagiman mengajukan pinjaman Rp 11 juta dengan cicilan per-bulannya Rp400.000 tiap bulan. Wagiman menyebut, sudah enam bulan pembayaran macet akibat kemarau panjang. "Sementara ini pihak bank datang ke rumah, katanya kalau enggak segera dibayar rumah mau disegel. Rumah sudah jelek sekali," ujar dia.
Warga lainnya, Sarti yang tinggal Desa Kutukan mengatakan dirinya tidak pernah mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT). "Saya mau tanya, pembagian BLT di sini merata atau tidak?" tanya Ganjar.
Lihat Juga :