Ganjar-Mahfud Usung Program Semua Pasti Kerja, dari Anak Muda hingga Lansia
Kamis, 04 Januari 2024 - 08:48 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ganjar-Mahfud Akan Buka Akses Pekerjaan bagi Penyandang Disabilitas
"Maka dari itu tugas pemerintah di bawah Ganjar dan Mahfud MD akan melakukan langkah afirmasi. Hal pertama adalah lapangan pekerjaan yang dibuka harus lebih banyak untuk masyarakat Indonesia dan lokal di daerah itu. Lalu, proses bisnis penunjang yang dihasilkan dari berjalannya hilirisasi industri tersebut perlu dipastikan oleh pemerintah diisi oleh anak-anak muda kreatif di wilayah sekitar," kata Achyar.
Memanfaatkan potensi lain yang dapat diwujudkan untuk bisa memperbaiki lingkungan sekitar akibat dampak dari hilirisasi industri merupakan cara lain untuk menyerap tenaga kerja. Pemerintah perlu melibatkan anak-anak muda di wilayah lokal sebagai problem solver-nya, sehingga bertambah lagi potensi pekerjaan yang bisa dihasilkan.
Ada juga beberapa langkah konkret lainnya, seperti pembukaan SMK Gratis di seluruh Indonesia, bekerja sama dengan industri, baik yang sudah ada maupun yang akan menamkan investasi. "Dapat dipastikan siswa-siswa SMK bisa terampil dan mendapat kerja sebelum lulus," katanya.
Kemudian, Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di seluruh Indonesia akan diubah cara pengelolaannya menjadi pelatihan minat, bakat, dan potensi yang banyak dibutuhkan oleh pasar kerja termasuk mengkombinasikan dengan terampil secara digital.
"Sebut saja pelatihan menjahit saat ini jika tanpa diimbangi dengan mahirnya para penjahit dalam mempelajari bagaimana membentuk jahitan-jahitan model-model pakaian kekinian melalui internet, maka kita akan tertinggal," ujarnya.
Data Badan Pusat Stastistik (BPS) 2022 menunjukkan, sebanyak 41,11% lansia berada di rumah tangga dengan distribusi pengeluaran 40% terbawah. Itu berarti lebih dari empat dari sepuluh lansia berada dalam kondisi ekonomi yang rentan. Di sisi lain, lansia yang tinggal dalam rumah tangga dengan kelompok pengeluaran 20% teratas mencapai 21,71% atau sekitar 2 dari 10 lansia.
"Maka dari itu tugas pemerintah di bawah Ganjar dan Mahfud MD akan melakukan langkah afirmasi. Hal pertama adalah lapangan pekerjaan yang dibuka harus lebih banyak untuk masyarakat Indonesia dan lokal di daerah itu. Lalu, proses bisnis penunjang yang dihasilkan dari berjalannya hilirisasi industri tersebut perlu dipastikan oleh pemerintah diisi oleh anak-anak muda kreatif di wilayah sekitar," kata Achyar.
Memanfaatkan potensi lain yang dapat diwujudkan untuk bisa memperbaiki lingkungan sekitar akibat dampak dari hilirisasi industri merupakan cara lain untuk menyerap tenaga kerja. Pemerintah perlu melibatkan anak-anak muda di wilayah lokal sebagai problem solver-nya, sehingga bertambah lagi potensi pekerjaan yang bisa dihasilkan.
Ada juga beberapa langkah konkret lainnya, seperti pembukaan SMK Gratis di seluruh Indonesia, bekerja sama dengan industri, baik yang sudah ada maupun yang akan menamkan investasi. "Dapat dipastikan siswa-siswa SMK bisa terampil dan mendapat kerja sebelum lulus," katanya.
Kemudian, Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di seluruh Indonesia akan diubah cara pengelolaannya menjadi pelatihan minat, bakat, dan potensi yang banyak dibutuhkan oleh pasar kerja termasuk mengkombinasikan dengan terampil secara digital.
"Sebut saja pelatihan menjahit saat ini jika tanpa diimbangi dengan mahirnya para penjahit dalam mempelajari bagaimana membentuk jahitan-jahitan model-model pakaian kekinian melalui internet, maka kita akan tertinggal," ujarnya.
Lansia Juga Bisa Kerja
Tak hanya generasi muda, orang lanjut usia (lansia) juga mendapat perhatian Ganjar-Mahfud. Dengan Program Lansia Pasti Kerja, Ganjar-Mahfud ingin menciptakan kondisi yang mendukung lansia agar tetap bahagia dan mendapatkan kehidupan yang layak di masa senja.Data Badan Pusat Stastistik (BPS) 2022 menunjukkan, sebanyak 41,11% lansia berada di rumah tangga dengan distribusi pengeluaran 40% terbawah. Itu berarti lebih dari empat dari sepuluh lansia berada dalam kondisi ekonomi yang rentan. Di sisi lain, lansia yang tinggal dalam rumah tangga dengan kelompok pengeluaran 20% teratas mencapai 21,71% atau sekitar 2 dari 10 lansia.
Lihat Juga :