Ajak Masyarakat Junjung Toleransi Beragama, Mahfud MD Singgung Gereja Yasmin Bogor
Kamis, 04 Januari 2024 - 06:34 WIB
loading...
A
A
A
"Dan pada bulan April 2023 setelah belasan tahun gereja ini menjadi sengketa, kemudian kami resmikan secara resmi, secara sah, di bawah perlindungan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," katanya.
Bagi Mahfud, kebebasan beragama seperti yang telah diatur dan diakui oleh UUD 1945, harus didukung. Mahfud mengatakan, menghormati hak beragama bagi pemeluk agama lainnya adalah dedikasi rakyat Indonesia kepada nilai persatuan dan kesatuan bangsa yang sesuai dengan Pancasila.
Baca juga: TPN Ganjar-Mahfud Anugerahi Penghargaan Tokoh Pembawa Damai Termasuk Yenny Wahid
"Semua itu saya dedikasikan, dan harus kita dedikasikan demi persatuan dan kesatuan bangsa kita Indonesia," tutur Mahfud.
Di sisi lain, Mahfud menjelaskan dirinya mengagumi pemikiran Islam dan kebangsaan dari Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, tokoh Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif, dan cendekiawan Islam Nurcholish Madjid.
"Guru-guru saya di ponpes sejak kecil mengajarkan persatuan bangsa. Saya sudah agak bisa baca-baca literatur dan mencerna berbagai ceramah, saya sering mengikuti pandangan-pandangan Gus Dur, Syafii Ma'arif, Nurcholis Majid," kata Mahfud.
Bagi Mahfud, kebebasan beragama seperti yang telah diatur dan diakui oleh UUD 1945, harus didukung. Mahfud mengatakan, menghormati hak beragama bagi pemeluk agama lainnya adalah dedikasi rakyat Indonesia kepada nilai persatuan dan kesatuan bangsa yang sesuai dengan Pancasila.
Baca juga: TPN Ganjar-Mahfud Anugerahi Penghargaan Tokoh Pembawa Damai Termasuk Yenny Wahid
"Semua itu saya dedikasikan, dan harus kita dedikasikan demi persatuan dan kesatuan bangsa kita Indonesia," tutur Mahfud.
Di sisi lain, Mahfud menjelaskan dirinya mengagumi pemikiran Islam dan kebangsaan dari Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, tokoh Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif, dan cendekiawan Islam Nurcholish Madjid.
"Guru-guru saya di ponpes sejak kecil mengajarkan persatuan bangsa. Saya sudah agak bisa baca-baca literatur dan mencerna berbagai ceramah, saya sering mengikuti pandangan-pandangan Gus Dur, Syafii Ma'arif, Nurcholis Majid," kata Mahfud.
Lihat Juga :