alexametrics

AHY: Yang Sudah Baik Lanjutkan, yang Belum Baik Perbaiki

loading...
AHY: Yang Sudah Baik Lanjutkan, yang Belum Baik Perbaiki
Ketua Komando Tugas Bersama Korgasma Pemenangan Pemilu Nasional Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
BOGOR - Ketua Komando Tugas Bersama (Korgasma) Pemenangan Pemilu Nasional Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan saat ini di berbagai sudut kota dan desa di negeri ini, terpasang baliho dan spanduk Partai Demokrat yang bertuliskan 'Yang Sudah Baik, Lanjutkan, Yang Belum Baik, Perbaiki'. Pria yang akrab disapa AHY ini mengatakan itu adalah slogan Partai Demokrat.

"Mengapa Partai Demokrat mengangkat slogan dan tagline itu? Ya, karena Indonesia yang kini menjadi salah satu negara besar di Asia, yang sejak 2008 menjadi negara anggota G-20 dengan peringkat ekonomi nomor 16 di dunia, adalah Indonesia yang dibangun dan dimajukan oleh para pemimpin dan pemerintahan dari generasi ke generasi," kata AHY dalam pidatonya di Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat, Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/3/2018).

AHY mengatakan, terlepas dari segala kekurangan dan ketidaksempurnaannya, setiap Presiden dan pemerintahan pasti memiliki andil, capaian, dan prestasinya masing-masing. Kata dia, setiap Presiden telah meletakkan landasan, kebijakan, dan program yang membawa manfaat dan kebaikan bagi rakyatnya.

"Presiden Jokowi saat ini bisa membangun infrastruktur secara signifikan, khususnya sektor pekerjaan umum dan perhubungan, serta bisa menjaga stabilitas politik dan keamanan, karena Presiden SBY telah meletakkan fundamental ekonomi dan kesejahteraan rakyat yang kuat, termasuk pertumbuhan ekonomi yang tinggi, meningkatnya pendapatan perkapita, serta berkurangnya kemiskinan dan pengangguran," katanya.



(Baca juga: Tak Bisa Berjalan Sendiri, AHY: Demokrat Perlu Berkoalisi)

Dia menambahkan, Presiden SBY bisa memperkuat ekonomi nasional, demokrasi, dan kerjasama internasional. "Karena lima tahun sebelumnya, pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid dan Presiden Megawati telah berhasil melakukan konsolidasi politik pasca krisis, serta menormalisasi kehidupan bangsa, termasuk melakukan perbaikan awal ekonomi dan keamanan kita," tutur putra Sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Lebih lanjut dia mengatakan, Presiden Abdurrahman Wahid dan Presiden Megawati bisa melakukan hal-hal positif itu, karena Presiden Habibie berhasil menyelamatkan Indonesia dari krisis besar, dan telah meletakkan landasan reformasi dan demokrastisasi di negeri ini. Dia mengatakan, Presiden Habibie bisa melakukan hal-hal penting itu karena Presiden Suharto telah melakukan pembangunan nasional di berbagai bidang, termasuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

"Dan ketika Indonesia berada di ambang konflik dan perpecahan hebat, beliau (Suharto, red) memilih untuk mengundurkan diri sebagai Presiden demi kebaikan bangsa kita," bebernya.

Kemudian, dia mengatakan Pemerintahan Presiden Suharto memiliki prestasi dan hasil nyata dalam pembangunan bangsa, kerena negeri tercinta ini telah diselamatkan oleh Presiden Sukarno dari berbagai serangan asing dan rongrongan kaum separatis yang ingin meniadakan eksistensi Indonesia Merdeka. Di samping itu, lanjut dia, Indonesia menjadi negara merdeka dan berdaulat, antara lain atas kegigihan, dan jasa besar Bung Karno.

"Inilah mata rantai sejarah, apa saja yang dilakukan oleh para pemimpin dan generasi bangsa, dari masa ke masa. Di sini pulalah tergambar makna Keberlanjutan dan Perubahan atau Continuity and Change. Yang baik, dilanjutkan, yang belum baik, diperbaiki," katanya.

Dia menuturkan, jika hal-hal yang baik itu tidak dilanjutkan, maka negara dan rakyat akan merugi. "Perjalanan bangsa kita bisa maju-mundur, atau kembali ke garis awal, atau mencari-cari sesuatu yang sebenarnya sudah dimiliki," ungkapnya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak