Publik Perlu Pertanyakan Hasil Survei Capres 2024 yang Tak Sertakan Sumber Pendanaan

Kamis, 28 Desember 2023 - 21:10 WIB
loading...
Publik Perlu Pertanyakan...
Publik diminta kritis terrhadap hasil survei elektabilitas capres-cawapres di Pemilu 2024. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Publik diminta kritis terrhadap hasil survei elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) di Pemilu 2024 . Sebab hasil survei dinilai tidak bisa dijadikan pegangan oleh masyarakat untuk mengambil keputusan dalam Pilpres 2024.

Sebab, hasil survei yang dirilis lembaga survei kerap berbeda di luar batas margin of error. Hal ini disampaikan pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menanggapi dua hasil survei yang dirilis CSIS dan Indikator Politik Indonesia menunjukkan perbedaan mencolok meski survei dilakukan dalam waktu yang berdekatan.

Hasil survei CSIS menyebutkan paslon Prabowo-Gibran meraih 43,7%; Anies-Muhaimin 26,1%; dan Ganjar-Mahfud 19,4%. Sedangkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, elektabilitas Prabowo-Gibran 46,7%; Ganjar-Mahfud 24,5%, Anies-Muhaimin 21%.

Baca juga: Pengamat: Sangat Kecil Kemungkinan Pilpres 2024 Satu Putaran

"Saya melihat hasil survei di Indonesia tidak boleh menjadi acuan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk mengambil keputusan, buktinya ada berbeda," kata Emrus, Kamis (28/12/2023).

Publik diminta bersikap kritis terhadap hasil survei elektabilitas capres-cawapres. "Sepanjang tidak dibuka sumber pendanaannya, sepanjang itu pubik harus pertanyakan hasil survei. Jangan langsung terima hasil survei. Bongkar sumber pendanaan, bongkar metodologinya, termasuk kuesionernya," ujar Emrus.

Baca juga: Tanggapi Hasil Survei CSIS dan Indikator Politik, Ganjar Pranowo: Kita Hormati

Menurut Emrus, metodologi survei yang digunakan lembaga survei perlu didiskusikan lebih lanjut. Selain metodologi, pertanyaan survei pun berbunyi jika pemilu dilakukan hari ini. "Itu kan pada saat kalau andaikan pemilu hari ini. Artinya sangat dinamis," katanya.

Komunikolog itu juga menyebut adanya kontestasi pilkada yang justru dimenangkan oleh paslon dengan elektabilitas rendah dan tidak diunggulkan. Karena itu, Emrus menekankan pertarungan belum dimenangkan kendati sudah mengantongi hasil survei elektabilitas tinggi. Ia meyakini Pilpres 2024 akan berlangsung dua putaran.

"Oleh sebab itu, 3 kandidat silakan berjuang, para tim sukses, rangkul rakyat, dekati rakyat, kasih program yang rasional yang operasional. Misalnya sumber pendanaannya dari mana? Masuk akal nggak?" katanya.

Emrus meminta agar publik berhati-hati dengan opini yang bisa terbentuk dari hasil survei. "Supaya kita tidak digiring," katanya.

Sementara itu, Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud juga membuka data elektabilitas internal. Hasilnya, elektabilitas Ganjar Pranowo-Mahfud MD rebound hingga mencapai angka hampir 40%.

Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar Mahfud TPN Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto menjelaskan, data itu merupakan hasil gabungan survei konvensional, big data analitik media, dan kelompok diskusi terfokus (FGD) di beberapa kota.

"Gabungan triangulasi data selama 7 hari terakhir menunjukkan elektabilitas Ganjar-Mahfud mencapai 35%. Sementara data dalam 24 jam terakhir, perolehan itu bahkan naik hingga 37%," kata Andi Widjajanto saat jumpa pers di Media Lounge TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Desember 2023.

Sementara kandidat lain, Prabowo-Gibran mengalami penurunan dari 42,6% menjadi 41,1% dalam sepekan terakhir. Sementara elektabilitas Anies hanya meraih 21,7% dari sebelumnya 22% dalam periode yang sama. "Dari mesin terpercaya yang kami pakai sejak 2018, kalau tidak ada kejadian dadakan, maka suara pasangan calon 01, 02, dan 03 akan stabil di angka ini hingga 14 Februari 2024," kata Andi.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hasil Survei: Publik...
Hasil Survei: Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran, Dukung Program MBG dan KDKMP
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
MBG Dongkrak Kepuasan...
MBG Dongkrak Kepuasan Publik, Pengamat: Perketat Tata Kelola dan Pengawasan
Poltracking: Elektabilitas...
Poltracking: Elektabilitas Prabowo Unggul di Atas Anies Baswedan
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 74,1% Masyarakat Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Rekomendasi
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Berita Terkini
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved