Generasi Muda Diharapkan Jadi Perintis Bukan Pewaris dengan Privilege
Kamis, 28 Desember 2023 - 06:41 WIB
loading...
A
A
A
"Karena kita tidak bisa memilih lahir dari orang tua yang memiliki jabatan atau warisan. Bung Karno dan Bung Hatta dahulu bukan siapa-siapa. Demi tujuan Indonesia merdeka, mereka merintis dan tidak takut dengan penjajah Belanda," ujar Mujab, Ketua BEM UI 2017.
Perlu diketahui, keluarga Mujab adalah penerima bantuan langsung tunai (BLT) di mana ibunya harus mencari nafkah usai bercerai dengan ayahnya sejak ia berumur empat tahun. Sejak SMP, Mujab diasuh neneknya karena ibunya harus merantau jadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.
Mujab juga menerima bantuan pendidikan sejak SD, serta beasiswa Bidikmisi dan Rumah Kepemimpinan saat kuliah dan hingga menyelesaikan pendidikan S1 di FISIP Universitas Indonesia (UI).
Setelah lulus dari UI, pria asal Tegal, Jawa Tengah ini melanjutkan kuliah Magister (S2) Development Studies di London School of Economics and Political Science (LSE), London, Inggris, hingga lulus, berbekal beasiswa LPDP usai merebut gelar Abang Jakarta 2018.
Di sisi lain, Mujab menegaskan, Generasi Perintis mencoba mencari solusi dengan mengangkat pertanyaan, bagaimana sebaiknya agar aspirasi generasi muda selaku kaum non privilege bisa tersampaikan. Hal inilah yang menurut Mujab menjadi daya tarik diskusi.
Dari keseluruhan diskusi di 25 kota, tercatat sekurangnya 1.300 peserta telah mengikuti kegiatan aktivasi darat yang diinisiasi oleh Generasi Perintis.
Tercatat diskusi pemuda yang dinisiasi Generasi Perintis ini, telah dilaksanakan di Bandung, Ciamis, Kuningan, Cirebon, Sumedang, Karawang, Indramayu, Bekasi, Majalengka, Semarang, Solo, Tegal, Blora, Rembang, Jepara, Demak, Surabaya, Bangkalan, Gresik, Malang, Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Ngawi, dan Madiun.
Perlu diketahui, keluarga Mujab adalah penerima bantuan langsung tunai (BLT) di mana ibunya harus mencari nafkah usai bercerai dengan ayahnya sejak ia berumur empat tahun. Sejak SMP, Mujab diasuh neneknya karena ibunya harus merantau jadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.
Mujab juga menerima bantuan pendidikan sejak SD, serta beasiswa Bidikmisi dan Rumah Kepemimpinan saat kuliah dan hingga menyelesaikan pendidikan S1 di FISIP Universitas Indonesia (UI).
Setelah lulus dari UI, pria asal Tegal, Jawa Tengah ini melanjutkan kuliah Magister (S2) Development Studies di London School of Economics and Political Science (LSE), London, Inggris, hingga lulus, berbekal beasiswa LPDP usai merebut gelar Abang Jakarta 2018.
Di sisi lain, Mujab menegaskan, Generasi Perintis mencoba mencari solusi dengan mengangkat pertanyaan, bagaimana sebaiknya agar aspirasi generasi muda selaku kaum non privilege bisa tersampaikan. Hal inilah yang menurut Mujab menjadi daya tarik diskusi.
Dari keseluruhan diskusi di 25 kota, tercatat sekurangnya 1.300 peserta telah mengikuti kegiatan aktivasi darat yang diinisiasi oleh Generasi Perintis.
Tercatat diskusi pemuda yang dinisiasi Generasi Perintis ini, telah dilaksanakan di Bandung, Ciamis, Kuningan, Cirebon, Sumedang, Karawang, Indramayu, Bekasi, Majalengka, Semarang, Solo, Tegal, Blora, Rembang, Jepara, Demak, Surabaya, Bangkalan, Gresik, Malang, Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Ngawi, dan Madiun.
Lihat Juga :