Rieke Diah Pitaloka Serukan Penetapan Arsip PPNSB sebagai Memori Kolektif Bangsa
Jum'at, 22 Desember 2023 - 01:34 WIB
loading...
Duta Arsip Nasional Rieke Diah Pitaloka saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Ibu di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta, Kamis (21/12/2023). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Duta Arsip Nasional Rieke Diah Pitaloka menyerukan penetapan arsip Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) sebagai memori kolektif bangsa. Seperti momentum Hari Ibu yang merupakan titik balik untuk mengingat 22 Desember 1928 sebagai Kongres Perempuan Pertama, dan pelibatan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan.
"Dari arsip Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana, kita memiliki memori, perempuan terlibat aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Dan mengisi kemerdekaan melalui pembangunan di segala bidang," kata Rieke saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Ibu di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta, Kamis (21/12/2023).
Dalam pidato bertajuk Perempuan dan Strategi Pembangunan itu, Rieke berharap keseluruhan memori dalam PPNSB dapat menjadi energi positif bagi perjalanan bangsa, dan membawa bangsa Indonesia kembali pada amanah konstitusi dalam memperjuangkan kebijakan pembangunan di segala bidang.
Baca juga: Tiba di Gedung Arsip Nasional RI, Teriakan Ganjar Presiden Mahfud Wapres Bergemuruh
"Perempuan tak boleh hidup dalam penjara domestik. Keterlibatan perempuan tak lagi soal angka kuantitatif, tapi sebagai subyek dalam berbagai aspek keputusan di arena publik dan politik," ujar Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini.
"Dari arsip Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana, kita memiliki memori, perempuan terlibat aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Dan mengisi kemerdekaan melalui pembangunan di segala bidang," kata Rieke saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Ibu di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta, Kamis (21/12/2023).
Dalam pidato bertajuk Perempuan dan Strategi Pembangunan itu, Rieke berharap keseluruhan memori dalam PPNSB dapat menjadi energi positif bagi perjalanan bangsa, dan membawa bangsa Indonesia kembali pada amanah konstitusi dalam memperjuangkan kebijakan pembangunan di segala bidang.
Baca juga: Tiba di Gedung Arsip Nasional RI, Teriakan Ganjar Presiden Mahfud Wapres Bergemuruh
"Perempuan tak boleh hidup dalam penjara domestik. Keterlibatan perempuan tak lagi soal angka kuantitatif, tapi sebagai subyek dalam berbagai aspek keputusan di arena publik dan politik," ujar Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini.
Lihat Juga :