Kepala BNPT Ajak Semua Pihak Pastikan Natal dan Tahun Baru Tanpa Teror
Kamis, 21 Desember 2023 - 14:58 WIB
loading...
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Mohammed Rycko Amelza Dahniel mengajak semua pihak untuk bersama-sama memastikan perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 berjalan dengan lancar tanpa kekerasan dan serangan teror. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ) Komjen Pol Mohammed Rycko Amelza Dahniel mengajak semua pihak untuk bersama-sama memastikan perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 berjalan dengan lancar tanpa kekerasan dan serangan teror. Hal itu disampaikan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) VII di Jakarta, Selasa (19/12/2023).
“Memastikan perayaan Natal 2023 dan tahun baru 2024 berjalan dengan lancar tanpa kekerasan dan serangan teror,” ujar Rycko.
Komjen Pol Rycko juga mengimbau semua pihak untuk menjaga perdamaian. Diketahui, di penghujung 2023 dan memasuki 2024, tahapan pemilu sedang berlangsung menuju pencoblosan pada 14 Februari 2024.
“Pilpres (pemilihan presiden) pada Februari 2024 agar bisa berjalan aman dan damai,” tutur jenderal bintang tiga kepolisian ini.
Dia juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terpancing terkait isu Gaza. Kemudian, Rycko juga memberikan informasi terkait isu pola serangan teroris yang semula menggunakan hard approach menjadi soft approach.
“Memastikan perayaan Natal 2023 dan tahun baru 2024 berjalan dengan lancar tanpa kekerasan dan serangan teror,” ujar Rycko.
Komjen Pol Rycko juga mengimbau semua pihak untuk menjaga perdamaian. Diketahui, di penghujung 2023 dan memasuki 2024, tahapan pemilu sedang berlangsung menuju pencoblosan pada 14 Februari 2024.
“Pilpres (pemilihan presiden) pada Februari 2024 agar bisa berjalan aman dan damai,” tutur jenderal bintang tiga kepolisian ini.
Dia juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terpancing terkait isu Gaza. Kemudian, Rycko juga memberikan informasi terkait isu pola serangan teroris yang semula menggunakan hard approach menjadi soft approach.
Lihat Juga :