Kunjungi Perajin Tahu di Gresik, Siti Atikoh Bicara Pentingnya Kedaulatan Kedelai
Rabu, 20 Desember 2023 - 14:24 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Sambut Kedatangan Atikoh Ganjar, Ketua DPD Partai Perindo Ponorogo Sebut Ibu Negara
Atikoh menyadari kedelai secara teori lebih subur apabila ditanam di negara yang mempunyai empat musim. Sedangkan di wilayah tropis terdapat beberapa kendala seperti kadar air, curah hujan, dan hawa panas.
"Namun, ilmu pengetahuan itu kan, terus berkembang. Makanya perlu riset dan penelitian. Harapannya, hasil penelitian itu akan menemukan bibit yang unggul sesuai dengan kondisi alam kita," harapnya.
Atikoh mengatakan secara kualitas dan rasa, bibit kedelai dari lokal lebih enak. Hanya saja, kadar airnya lebih tinggi sehingga dapat memengaruhi masa ketahanan tahu. Dari situ, penting inovasi dan penelitian agar kedelai lokal bisa bersaing dengan produk impor dan diandalkan para perajin tahu.
"Kalau soal pemasaran sudah sangat bagus, sesuai dengan keseharian orang Jawa biasanya di dapur kurang lengkap kalau belum ada tahu dan tempe," kata wanita kelahiran Jawa Tengah itu.
Atikoh mengaku sudah mendatangi beberapa wilayah di Jawa Timur. Banyak aspirasi yang diterima dari masyarakat.
Atikoh menyadari kedelai secara teori lebih subur apabila ditanam di negara yang mempunyai empat musim. Sedangkan di wilayah tropis terdapat beberapa kendala seperti kadar air, curah hujan, dan hawa panas.
"Namun, ilmu pengetahuan itu kan, terus berkembang. Makanya perlu riset dan penelitian. Harapannya, hasil penelitian itu akan menemukan bibit yang unggul sesuai dengan kondisi alam kita," harapnya.
Atikoh mengatakan secara kualitas dan rasa, bibit kedelai dari lokal lebih enak. Hanya saja, kadar airnya lebih tinggi sehingga dapat memengaruhi masa ketahanan tahu. Dari situ, penting inovasi dan penelitian agar kedelai lokal bisa bersaing dengan produk impor dan diandalkan para perajin tahu.
"Kalau soal pemasaran sudah sangat bagus, sesuai dengan keseharian orang Jawa biasanya di dapur kurang lengkap kalau belum ada tahu dan tempe," kata wanita kelahiran Jawa Tengah itu.
Atikoh mengaku sudah mendatangi beberapa wilayah di Jawa Timur. Banyak aspirasi yang diterima dari masyarakat.
Lihat Juga :