Pemuda Katolik Gelar Konferensi Cendekiawan dan Akademisi, Berikut Rekomendasinya
Senin, 18 Desember 2023 - 05:39 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma menuturkan pesta demokrasi Pemilu 2024 ini jangan sampai memecah belah relasi sosial masyarakat. Dia juga mengatakan yang terpenting adalah keberlanjutan program pembangungan dan perjalanan bangsa Indonesia ke depan dan memastikan pemerintah yang akan datang bisa mewujudkan cita-cita bersama semua menyambut Indonesia Emas 2045.
“Setelah pilpres kita harus memikirkan keberlanjutan program pembangunan. IKN harus dilanjutkan, persoalan di daerah 3T harus diakselerasi. Persoalan stunting harus ada akselerasi lagi banyak hal yang kita bahas,” ujar Gusma dalam keterangannya, Minggu (17/12/2023).
Konferensi menghasilkan sejumlah rekomendasi di antaranya yakni mendorong terciptanya SDM kompetitif dan adaptif menuju Indonesia Maju melalui penanganan stunting dengan pemberian gizi berkualitas, seimbang dan gratis. Rekomendasi lainnya adalah mendukung dan mengawal pembangunan Ibu Kota Nusantara yang inklusif dan berkelanjutan.
Berikut rekomendasi lengkapnya:
Konferensi Cendekiawan dan Akademisi Pemuda Katolik sebagai buah dari proses diskusi yang deliberatif dan konstruktif menghasilkan rekomendasi sebagai berikut:
•Pemuda Katolik mendorong penyelenggaraan program pendidikan Pancasila yang kekinian dan relevan dengan kebutuhan Gen Z,
•Pemuda Katolik mendorong calon pemimpin untuk mengadopsi prinsip kepemimpinan yang berlandaskan Pancasila, seperti transparansi, keadilan, dan tanggung jawab,
•Pemuda Katolik mengingatkan kandidat yang berkontestasi dalam pemilu untuk menghindari kampanye hitam dan strategi politik yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,
•Pemuda Katolik mendorong komitmen penyelenggara negara terhadap penanganan stunting sejak dini melalui pemberian gizi yang berkualitas, seimbang, dan gratis,
•Pemuda Katolik mendorong akselerasi revitalisasi konsep sekolah berasrama dan pembangunan universitas Katolik,
•Pemuda Katolik mendorong penyelenggaraan pelatihan dan asistensi teknis berbasis kompetensi secara konsisten dan berkelanjutan,
•Pemuda Katolik mendorong pemerintah untuk mengatasi kesenjangan antargenerasi melalui pendidikan yang inklusif dan berkarakter melalui kurikulum yang konsisten dan adaptif,
“Setelah pilpres kita harus memikirkan keberlanjutan program pembangunan. IKN harus dilanjutkan, persoalan di daerah 3T harus diakselerasi. Persoalan stunting harus ada akselerasi lagi banyak hal yang kita bahas,” ujar Gusma dalam keterangannya, Minggu (17/12/2023).
Konferensi menghasilkan sejumlah rekomendasi di antaranya yakni mendorong terciptanya SDM kompetitif dan adaptif menuju Indonesia Maju melalui penanganan stunting dengan pemberian gizi berkualitas, seimbang dan gratis. Rekomendasi lainnya adalah mendukung dan mengawal pembangunan Ibu Kota Nusantara yang inklusif dan berkelanjutan.
Berikut rekomendasi lengkapnya:
Konferensi Cendekiawan dan Akademisi Pemuda Katolik sebagai buah dari proses diskusi yang deliberatif dan konstruktif menghasilkan rekomendasi sebagai berikut:
A. Pancasila Kuat Indonesia Maju
•Pemuda Katolik mendorong penyelenggaraan program pendidikan Pancasila yang kekinian dan relevan dengan kebutuhan Gen Z,
•Pemuda Katolik mendorong calon pemimpin untuk mengadopsi prinsip kepemimpinan yang berlandaskan Pancasila, seperti transparansi, keadilan, dan tanggung jawab,
•Pemuda Katolik mengingatkan kandidat yang berkontestasi dalam pemilu untuk menghindari kampanye hitam dan strategi politik yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,
B. Pembangunan SDM Kompetitif dan Adaptif Menuju Indonesia Maju
•Pemuda Katolik mendorong komitmen penyelenggara negara terhadap penanganan stunting sejak dini melalui pemberian gizi yang berkualitas, seimbang, dan gratis,
•Pemuda Katolik mendorong akselerasi revitalisasi konsep sekolah berasrama dan pembangunan universitas Katolik,
•Pemuda Katolik mendorong penyelenggaraan pelatihan dan asistensi teknis berbasis kompetensi secara konsisten dan berkelanjutan,
•Pemuda Katolik mendorong pemerintah untuk mengatasi kesenjangan antargenerasi melalui pendidikan yang inklusif dan berkarakter melalui kurikulum yang konsisten dan adaptif,
Lihat Juga :