Siti Atikoh Tiba di Madiun, Salam 3 Jari Selamatkan Demokrasi Menggema
Senin, 18 Desember 2023 - 02:18 WIB
loading...
A
A
A
“Matur nuwun Gusti mpun maringi sing gemati. Yang pergi biarlah pergi. Ada Pak Ganjar-Mahfud sing ngganteni. (Terima kasih Tuhan sudah memberikan sosok yang penuh kasih dan sayang. Yang pergi biarlah pergi. Ada Pak Ganjar-Mahfud yang menggantikannya).”
Lirik lagu itu berulang dinyanyikan oleh masyarakat yang hadir di sana. Yang kedua adalah lagu “Salam Tiga Jari” yang dahulu dipopulerkan ketika Joko Widodo menjadi calon presiden dari PDIP.
Kali ini, lagu itu juga diubah liriknya dan dinyanyikan bersama dengan semangat. “Salam tiga jari selamatkan demokrasi,” demikian lirik barunya.
Atikoh melakukan dialog dengan warga Madiun maupun simpatisan yang menyambutnya. Ia ditanya soal penyandang disabilitas yang kerap masih belum mendapat tempat di dunia kerja.
Perempuan lulusan UGM dan Tokyo University tersebut dengan fasih menjelaskan pengetahuannya yang luas mengenai pemberdayaan kaum difabel. Ia terangkan bagaimana biasanya para anak penderita telah mendidik dirinya atau dididik sesuai bakatnya.
Misalnya, tunanetra bisa mengarahkan diri untuk pengembangan kemampuan vokal. Yang disable di sisi fisik, biasanya diarahkan pengembangan diri di bidang lain. Contoh, kemampuan di belakang layar seperti kemampuan IT.
Lirik lagu itu berulang dinyanyikan oleh masyarakat yang hadir di sana. Yang kedua adalah lagu “Salam Tiga Jari” yang dahulu dipopulerkan ketika Joko Widodo menjadi calon presiden dari PDIP.
Kali ini, lagu itu juga diubah liriknya dan dinyanyikan bersama dengan semangat. “Salam tiga jari selamatkan demokrasi,” demikian lirik barunya.
Atikoh melakukan dialog dengan warga Madiun maupun simpatisan yang menyambutnya. Ia ditanya soal penyandang disabilitas yang kerap masih belum mendapat tempat di dunia kerja.
Perempuan lulusan UGM dan Tokyo University tersebut dengan fasih menjelaskan pengetahuannya yang luas mengenai pemberdayaan kaum difabel. Ia terangkan bagaimana biasanya para anak penderita telah mendidik dirinya atau dididik sesuai bakatnya.
Misalnya, tunanetra bisa mengarahkan diri untuk pengembangan kemampuan vokal. Yang disable di sisi fisik, biasanya diarahkan pengembangan diri di bidang lain. Contoh, kemampuan di belakang layar seperti kemampuan IT.
Lihat Juga :