PCINU Inggris Raya Gelar Konfercab, Mengglobalkan Moderasi Beragama

Senin, 11 Desember 2023 - 15:48 WIB
loading...
PCINU Inggris Raya Gelar...
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) UK menyelenggarakan konfercab, Minggu (10/12/2023). Hadir puluhan kader Nahdliyyin Inggris Raya dari berbagai kota. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
LONDON - Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama United Kingdom (PCINU UK) menyelenggarakan konferensi cabang (konfercab), Minggu (10/12/2023). Hadir puluhan kader Nahdliyyin Inggris Raya dari berbagai kota.

Mulai dari London, Southampton, Warwick, Birmingham, Edinburgh, Oxford, Essex, Sheffield, serta beberapa kota lainnya. Agenda ini juga dihadiri ulama asal Inggris Paul Shalahuddin Amstrong, serta DCM KBRI London Khasan Ashari, serta beberapa diplomat dan staf KBRI London, juga hadir beberapa pemuka masyarat Indonesia di London.

Dalam konfercab ini, PCINU United Kingdom mengusung tema menginternasionalkan moderasi beragama . Tugas dari berbagai elemen diaspora Indonesia termasuk di Inggris Raya untuk menggemakan, menguatkan dan mentransformasikan nilai-nilai moderasi beragama khususnya dari Indonesia ke arena global. Baca juga: PBNU Dukung Transformasi Digital di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama

Dalam laporannya, Ketua Panitia Konfercab Abdul Syakir mengatakan, konflik kemanusiaan di Gaza adalah hal yang sangat disayangkan. Selain mengutuk aksi kejam Israel, dia meminta Pemerintah Indonesia dapat terus berperan dalam mendatangkan perdamaian di sana.

Dalam konteks ini, perdamaian erat kaitannya dengan bagaimana kita memperjuangkan semangat beragama yang moderat. Menurutnya, ide-ide beragama yang damai dan bersumber dari Indonesia sudah saatnya terus tampil di dunia global dan memberikan dampak.

"Konflik di Gaza adalah tantangan nyata bagi umat Muslim dalam mempertahankan nilai-nilai bahwa Islam adalah agama damai. Buktinya kita telah berupaya terus mendoronh adanya gencatan senjata, tapi sayangnya di-veto oleh Amerika," katanya ini dilangsungkan di aula KBRI London, 30 Great Peter St, London.

Ketua PCINU UK (demisioner) Shandy Adiguna mengatakan, kader-kader NU di luar negeri adalah sumber daya manusia yang luar biasa untuk menyuarakan semangat Islam wasathiyah ini. Shandy yang sudah lebih dari 10 tahun tinggal di UK itu menuturkan, SDM NU bisa dan harus disiapkan mendorong diplomasi moderasi beragama di konteks negara masing-masing, khususnya di Inggris Raya.

Dia menekankan masyarakat Indonesia harus lebih optimistis bahwa warna keislamannya punya dampak besar untuk dunia, khususnya dalam membawa perdamaian dan kemajuan. "Diplomasi (Islam wasathiyah) ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita diaspora, khususnya yang Muslim, wa bil khusus yang NU, untuk menjalankannya," ujarnya.

Dalam acara yang didukung penuh Kemenag dan KBRI London tersebut, tampil sebagai penyemangat yakni rebana ibu-ibu Muslimat NU UK. Sebagai informasi, rebana mereka pernah tampil di Trafalgar Square, yang merupakan alun-alun utama London. Selain menyemangati, rebana Muslimat NU tersebut juga menjadi obat rindu bagi jamaah yang kangen dengan suasana keagamaan yang tradisional di Indonesia.

Kepala Balitbang Kemenag Prof Suyitno yang hadir juga memberikan arahan dalam acara tersebut. Di hadapan jemaah dan tamu undangan dari berbagai kalangan lintas iman dan profesi, Prof Suyitno menekankan tentang pentingnya menjunjung tinggi nilai kesetaraan antara manusia apapun latarnya.

Menurutnya, banyak dari kita yang pada dasarnya tidak bisa memilih lahir dari keluarga siapa, beragama apa, dan sebagainya. "Islam yang moderat yang kita yakini itu menjunjung kesetaraan sesama manusia meskipun berbeda agama. Ini sejalan dengan maqosid al-syariah. Dengan semangat ini, terpeliharalah agama, terpelihara jiwa, terpelihara akal, terpelihara keturunan, terpelihara harta," paparnya. Baca juga: Masjid Agung Omari, Tempat Ibadah Tertua di Gaza dan Makam Samson yang Dibom Israel

Prof Suyitno mengingatkan dengan mengimani dan mentranformasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam berbagai sikap dan perilaku, semua isu-isu sosial dapat terjawab. Masalah-masalah global yang pemantiknya adalah agama jadi mudah terpecahkan.

Sebagai acara konferensi, Konfercab kali ini tentu mengagendakan pergantian pengurus PCINU UK. Terpilih dalam musyawarah Prof Roman Cahaya sebagai Rais Syuriah dan Rosyid Jazuli sebagai Ketua Tanfidliyah. Kepengurusan yang baru akan memimpin dan menjalankan program-program PCINU UK selama setidaknya tiga tahun ke depan.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Keresahan Warga NU Menguat,...
Keresahan Warga NU Menguat, Mubes DIY Desak PBNU Kembali ke Khittah
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Kemenag Fasilitasi Penyelesaian...
Kemenag Fasilitasi Penyelesaian GMS Bantul, Stafsus Menag: Kedepankan Musyawarah
Nahdliyin Muda Batang:...
Nahdliyin Muda Batang: Siapa pun Ketum PBNU Harus Bisa Memperkuat Posisi NU
Rekomendasi
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Infografis
10 Tokoh Dianugerahi...
10 Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved